589
© 2020 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP
JURNAL ILMU LINGKUNGAN
Volume 18 Issue 3 (2020) : 589-594 ISSN 1829-8907
Keanekaragaman Jenis, Tutupan Lamun, dan Kualitas Air di
Perairan Teluk Ambon
Marsya J. Rugebregt
1
, Caleb Matuanakotta
1
, dan Syafrizal
1
1
Pusat Penelitian Laut Dalam – LIPI; e-mail: marsya.rugebregt@gmail.com
ABSTRAK
Ekosistem lamun memiliki fungsi ekologi sebagai habitat, tempat pemijahan, pengasuhan, pembesaran, dan mencari makanan
dari berbagai biota. Berkembangnya kegiatan manusia di wilayah pesisir khususnya di perairan Teluk Ambon seperti
pariwisata, pemukiman, dan aktivitas lainnya berpengaruh terhadap ekosistem lamun. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui keanekaragaman jenis dan persentase tutupan, serta kualitas air di ekosistem lamun Teluk Ambon. Penelitian
dilakukan pada bulan September 2019 di Teluk Ambon pada tujuh stasiun yaitu Tanjung Tiram, Halong, Galala, Lateri, Passo,
Waiheru, dan Tawiri. Data diperoleh menggunakan teknik transek dengan mengadopsi protocol dari UNESCO pada ekositem
lamun yang kontinu atau koleksi bebas pada vegetasi lamun. Parameter kualitas air yang diukur meliputi parameter fisika
(suhu dan salinitas) dan parameter kimia (pH, DO, nitrat, silikat dan fosfat. Suhu, salinitas, pH, dan Do diukur secara in situ
dengan menggunakan Water Quality Checker WTW 3430 Set F. Sampel air dianalisa pada laboratorium Pusat Penelitian Laut
Dalam LIPI Ambon menggunakan metode spektrofotometri. Hasil yang diperoleh terdapat enam jenis lamun yang ditemukan
di Teluk Ambon yaitu Enhalus acroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Halophila minor, Cymonocea rotundata, dan
Halodule pinifolia. Persentase tutupan lamun stasiun Galala : E. acroides (34,41%), T. hemprichii (28,37%), H. ovalis (1,40 %)
dan H. pinifolia (35.81%); Halong : E. acroides (29,42%), T. hemprichii (7,95%), H. ovalis (1,77 %), C. rotundata (10.58%) dan
H. pinifolia (35.81%); Tj. Tiram : E. acroides (41.51%), T. hemprichii (52,72%), H. ovalis (0,61 %) dan H. pinifolia (5.16%); Lateri
: E. acroides (76.25%) dan T. hemprichii (52,72%); Passo : H. minor (100%); Waiheru : E. acroides (100%); Tawiri H. ovalis
(46,45%) dan H. pinifolia (53.55%). Suhu perairan lebih rendah dari suhu optimum. Salinitas perairan dan DO masih dalam
bakumutu yang diperolehkan. Berdasarkan nilai pH maka perairan Teluk Ambon tergolong perairan tidak produktif. Kadar
fosfat dan nitrat lebih tinggi dari baku mutu berdasarkan KMNLH 2004.
Kata kunci: Lamun, Keanekaragaman, Tutupan lamun, Kualitas air, Teluk Ambon
ABSTRACT
The seagrass ecosystem has ecological function as a habitat, spawning, nurturing, growing, and foraging for food from various
biota. Developing activities in the coastal area in the Ambon Bay waters, such as activities, settlements, and other activities
that affect the seagrass ecosystem. The research objective was to determine the diversity of types and proportions of cover,
and water quality in the Ambon Bay seagrass ecosystem. The research was conducted in September 2019 in Ambon Bay at
seven stations namely Tanjung Tiram, Halong, Galala, Lateri, Passo, Waiheru, and Tawiri. Data were obtained using the transect
technique with UNESCO protocol on continuous seagrass ecosystem or free collection of seagrass vegetation. Water quality
parameters measured include physical parameters (temperature and salinity) and chemical parameters (pH, DO, nitrates,
silicates, and phosphates. Temperature, salinity, pH, and measured in situ using Water Quality Checker WTW 3430 Set F. Air
analysis The results obtained were six types of seagrass found in Ambon Bay, namely Enhalus acroides, Thalassia hemprichii,
Halophila ovalis, Halophila minor, Cymonocea rotundata, and Halodule pinifolia. Percentage of seagrass station coverage of
Galala : E. acroides (34,41%), T. hemprichii (28,37%), H. ovalis (1,40%) and H. pinifolia (35,81%); Halong: E. acroides (29,42
%)), T. hemprichii (7,95%), H. ovalis (1,77%), C. rotundata (10,58%), and H. pinifolia (35,81%); Tj. Oysters: E. acroides
(41,51%), T. hemprichii (52,72%), H. ovalis (0,61%) and H. pinifolia (5,16%); Lateri: E. acroides (76,25%) and T. hemprichii
(52,72%); Passo: H. minor (100%); Waiheru: E. acroides (100%); Tawiri; H. ovalis (46,45%) and H. pinifolia (53,55%). The
water temperature is lower than the optimal temperature. The salinity of the waters and DO are still in the quality obtained.
Based on the pH value, the waters of Ambon Bay are classified as non-productive waters. Phosphate and nitrate levels were
higher than the quality standard based on KMNLH 2004.
Keywords: Seagrass, Diversity, Seagrass cover, Water quality, Ambon bay
Citation: Rugebregt, M.J., Matuanakotta, C., dan Syafrizal (2020). Keanekaragaman jenis, Tutupan Lamun, dan Kualitas Air di Teluk Ambon.
Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 589-594, doi:10.14710/jil.18.3.589-594