Diterima Redaksi : 07-04-2020 | Selesai Revisi : 29-04-2020 | Diterbitkan Online : 20-06-2020 482 Terakreditasi SINTA Peringkat 2 Surat Keputusan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Ristek Dikti No. 10/E/KPT/2019 masa berlaku mulai Vol. 1 No. 1 tahun 2017 s.d Vol. 5 No. 3 tahun 2021 Terbit online pada laman web jurnal: http://jurnal.iaii.or.id JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 4 No. 3 (2020) 482 488 ISSN Media Elektronik: 2580-0760 Evaluasi Buku Interaktif Berbasis Augmented Reality Menggunakan System Usability Scale dan User Experience Questionnaire Dinan Yulianto 1 , Rudy Hartanto 2 , Paulus Insap Santosa 3 1 Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan 2 Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada 1 dinan.yulianto@tif.uad.ac.id, 2 rudy@ugm.ac.id, 3 insap@ugm.ac.id Abstract Nowadays, the implementation of information and communication technology in education is important. In harmony with technological developments, the term mobile learning comes to represent learning that utilizes mobile communication devices. The implementation of augmented reality in education provides a new learning model in the form of a combination of technology-based conventional learning media. This research aimed to evaluate augmented reality-based books as media for learning Cirebon mask dance. As many as 15 respondents were involved in the evaluation process, including testing the usability using the System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionnaire (UEQ). The evaluation using SUS found a value of 77.67, meaning that the Acceptability Ranges category was “Acceptable”; the Grade Scale category was “C”; and the Adjective Rating category was “Excellent”, while that using UEQ found that each category, namely Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, Dependability, and Novelty got a value greater than the impression value (0.8), namely 2.122; 2.117; 1.983; 1.750; 1.950 and 1,867, respectively. Overall, all of the evaluation results show that augmented reality-based books are acceptable to be used as media for learning Cirebon mask dance. Keywords: augmented reality, evaluation, interactive book, system usability scale, user experience questionnaire. Abstrak Dewasa ini, implementasi teknologi informasi dan komunikasi pada bidang pendidikan menjadi suatu keharusan. Selaras dengan perkembangan teknologi, telah hadir istilah mobile learning pada bidang pendidikan sebagai bentuk pembelajaran memanfaatkan perangkat komunikasi bergerak. Implementasi augmented reality pada bidang pendidikan memberikan model pembelajaran baru berupa kombinasi media pembelajaran konvensional berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi buku berbasis teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran seni tari topeng Cirebon. Proses evaluasi dilakukan oleh 15 responden meliputi pengujian usability dengan system usability scale (SUS) dan user experience questionnaire (UEQ). Hasil evaluasi dengan SUS mendapatkan nilai 77,67 yang berarti memiliki: kategori Acceptability Ranges adalah “Aceptable”; kategori Grade Scale adalah “C”; dan kategori Adjective Ratings adalah “Excellent”, sedangkan hasil evaluasi dengan UEQ mendapatkan nilai pada setiap kategori lebih besar dari nilai impresi (0,8) dengan rincian nilai: Attractiveness adalah 2,122; Perspecuity adalah 2,117; Efficiency adalah 1,983; Dependability adalah 1,750; Stimulation adalah 1,950; dan Novelty adalah 1,867. Keseluruhan pengujian menunjukkan bahwa hasil evaluasi buku berbasis teknologi augmented reality memiliki penerimaan yang sangat baik untuk digunakan sebagai media pembelajaran seni tari topeng Cirebon. Kata kunci: augmented reality, evaluasi, buku interaktif, system usability scale, user experience questionnaire. 1. Pendahuluan Dewasa ini, perkembangan teknologi memiliki peran terhadap bidang pendidikan berupa pendekatan baru pada proses pembelajaran yang terwujud dalam bentuk mobile learning atau m-learning. Mobile learning ada- lah sebuah model pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini mengindi- kasikan bahwa implementasi teknologi informasi pada proses pembelajaran telah menjadi suatu kebutuhan atau bahkan tuntutan di era digital ini. Pada hakikatnya aktivitas pembelajaran adalah proses menyampaian pesan atau materi oleh pengantar kepada penerima secara verbal dan non-verbal [1]. Aktivitas pengembangan model pembelajaran bersifat kreatif dan