SEJARAH HADIS DAN PROBLEMATIKA SAHABAT Nurul Husna Al-Bukhārī: Jurnal Ilmu Hadis 267 Vol. 1, No. 2, Juli-Desember 2018 M/1440 H SEJARAH HADIS DAN PROBLEMATIKA SAHABAT Nurul Husna Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa Kampus Zawiyah Cot Kala Jl. Meurandeh, Langsa, 2441, Aceh, Indonesia Email: nurulhusna@gmail.com Abstract If we examine the development of Hadith studies, we will find a number of Muslim and non-Muslim thinkers launching accusations against the a’dalah of the Companions of prophet muhammad peace be upon him, especially Abu Hurairah ra. Ahmad Amin for example, considered that some friends like Aisha and Ibn Abbas ra. Saying that in the history of Abu Hurairah there is a lie, because of the many narrations he memorized. All of these allegations in essence are doubtful of the problem of Abu Hurairah in particular, and friends in general. The Companions of the Prophet in the study must have a fair nature, whether all the Companions, small and large, both young and old, who are involved in the war between Ali and Mu‘awiyah or not, are all fair, whereas according to the majority scholars such as Imam Abu Hanifah, Syafi‘i, Malik, Ibn Hanbal, al-Bukhari, Muslim, Ibn Taymiyah and so on that all friends are fair. Friends are all fair but even so, it does not mean that a just person is the infallible person of sin and error, but obedience to him is more dominant so that he can avoid small sins and stay away from big sins. Keywords: Adālah,’Adil, Companions Abstrak Jika diteliti perkembangan kajian hadis, kita akan temukan sejumlah pemikir muslim maupun non muslim melancarkan tudingan terhadap ke‘adalahan sahabat, terutama Abu Hurairah ra. Ahmad Amin misalnya, menilai bahwa sebagian sahabat seperti Aisyah ra. dan Ibn Abbas ra. mengatakan bahwa dalam riwayat Abu Hurairah terdapat dusta, karena banyaknya riwayat yang dia hafal. Seluruh tudingan ini pada intinya adalah meragukan ke‘adalahan Abu Hurairah secara khusus, dan sahabat secara umum. Sahabat Rasulullah dalam kajian ilmu hadis harus memiliki sifat adil, baik itu seluruh sahabat, kecil maupun besar, tua maupun muda, yang terlibat peperangan antara Ali dan Mu‘awiyah maupun tidak, semuanya adil, sedangkan menurut mayoritas ulama seperti Imam Abu Hanifah, Syafi‘i, Malik, Ibnu Hanbal, al-Bukhari, Muslim, Ibnu Taimiyah dan sebagainya bahwa seluruh sahabat adalah adil. Sahabat semuanya adil namun meski demikian, tidak berarti bahwa orang yang adil adalah orang yang maksum dari dosa dan kekhilafan, akan tetapi ketaatan pada dirinya lebih dominan sehingga ia dapat menghindari dosa-dosa kecil dan menjauhi dosa-dosa besar. Kata Kunci: Adālah, Adil, Sahabat Pendahuluan Hadis adalah salah satu pedoman hidup manusia setelah Alquran, sebagai mana diketahui bahwa seseorang tidak bisa memahami Alquran secara terperinci kecuali dengan bantuan dari penjelasan Rasulullah saw melalui perkataannya, perbuatannya dan tingkah lakunya yang semua ini dikenal dengan nama hadis. Hadis juga merupakan sumber hukum kedua setelah Alquran, akan tetapi masih ada sebagian orang yang tidak meyakini kebenaran hadis itu sendiri, sehingga mereka tidak menjadikan hadis sebagai rujukan kedua setelah Alquran, tetapi