ANALISIS RISIKO KEGAGALAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM PADA BINTAN CENDAWAN Risk Analysis The Failure of Oyster Mushroom Cultivation On Bintan Cendawan Dwi Septi Haryani¹ Manajemen, STIE Pembangunan Tanjungpinang *) E-mail: dwiseptih@gmail.com ABSTRACT The purpose of this study was to analyze and identify the risk of product failure of oyster mushroom cultivation, the impact caused by the risk of failure of oyster mushroom cultivation, and the actions that need to be taken in anticipation and prevention of risks that can arise in mushroom cultivation oysters in Bintan Cendawan. This study uses a descriptive qualitative research approach. The research location is on Jalan Hang Jebat Kp. Pisang RT.002 / RW.007 No.60, Kijang City, BintanTimur District, Bintan Regency. Data collection techniques used in this study were interviews and documentation. The results showed that there are several factors that can cause failure in the process of oyster mushroom cultivation, these factors consist of several levels so that the impact caused also has a scale or level of which can often occur until that never happens and also has a high or low impact. So to anticipate or avoid risk-risk that can arise, must also do certain things or be careful of production controls as the risk of product failure can be minimized. Keywords: Risk, Product, Product Failure (Times New Roman font 9, italic) ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi risiko kegagalan budidaya jamur tiram, dampak yang di timbulkan serta tindakan yang perlu dilakukan sebagai antisipasi dan pencegahan atas risiko-risiko pada usaha budidaya jamur tiram di Bintan Cendawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitiannya adalah di Jalan Hang Jebat Kp. Pisang RT.002/ RW.007 No.60, Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur,Kabupaten Bintan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kegagalan pada proses budidaya jamur tiram, faktor tersebut terdiri dari beberapa level sehingga dampak yang ditimbulkan juga memiliki skala atau tingkatan dari yang bisa sering terjadi sampai yang tidak pernah terjadi dan juga berdampak tinggi ataupun rendah. Jadi untuk mengantisipasi atau menghindari risiko-risko yang dapat timbul harus melakukan hal- hal tertentu terhadap kontrol produksi sebagai risiko kegagalan produk dapat di minimalisir. Kata kunci: Risiko, Produk, Kegagalan Produk 1. Pendahuluan Salah satu bidang yang memberi andil pada pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah agribisnis yang sedang berkembang di Indonesia. Salah satunya adalah budidaya jamur tiram yang berada di wilayah Bintan. Di beberapa negara, agribisnis sangat penting, bertanggung jawab untuk generasi kerja, keseimbangan positif perdagangan (surplus perdagangan) (Bornhofen, Ramires, Bergonci, Nakamura, & Righetto, 2019). Sesuai dengan pernyataan (Behzadi, Justin, Sullivan, Lennon, & Zhang, 2018), bahwa Agribisnis berperan penting dalam perekonomian dunia sebagai sumber utama pasokan makanan. Bintan Cendawan yang merupakan usaha pribadi yang membudidayakan jamur tiram yang beralamat di Jalan Hang Jebat Kp. Pisang RT.002/ RW.007 No.60, Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur,Kabupaten Bintan. Usaha ini telah berdiri sejak awal April 2016 yang didirikan oleh Zainal. Tujuan Zainal untuk mendirikan usaha budidaya jamur tiram ini ialah untuk meningkatkan perekonomian keluarga pendiri dan untuk memenuhi permintaan konsumen akan kebutuhan jamur tiram. Seiring perkembangan zaman usaha budidaya jamur tiram ini menjadi salah satu pusat perhatian di wilayah Kabupaten Bintan khususnya untuk di Kelurahan Kijang Kota karena usaha ini merupakan usaha yang sangat maju khususnya usaha budidaya jamur tiram. Usaha yang dikelola oleh Zainal ini merupakan usaha yang menguntungkan dimana dengan modal yang tidak terlalu besar mampu meraup keuntungan yang maksimal. Umumnya usaha budidaya jamur tiram ini penggunaan bibitnya harus mengambil pasokan dari luar daerah namun Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia JEBI Vol. 04, No. 01 pp. 1-5 Copyrigt © 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS