Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 14 Nomor 2 Tahun 2018 eISSN : 2302-2531 187 HUBUNGAN PENGETHUN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TAMALANREA Suhartatik 1 , Andi Fatmawati 2 , Jamila Kasim 3 1 STIKES Nani Hasanuddin Makassar 2 STIKES Nani Hasanuddin Makassar 3 STIKES Nani Hasanuddin Makassar Alamat Respondensi : (suhartatik@stikesnh.ac.id/081342999419) ABSTRAK Anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan sejumlah eritrosit dibawah normal. Menurut WHO Normal hemoglobin pada ibu hamil adalah ≥11. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tamalanrea. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan rancangan Cross Sectional. Rancangan ini peneliti melakukan penelitian dan pengukuran hanya satu kali pada satu waktu. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan menggunakan teknik Asidental sampling. Data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan lembar kuesioner. Kemudian disajikan dalam tabel tabulasi dan uji statistik Chi-square dengan nilai kemaknaan 0.05. setelah dilakukan uji statistik menggunakan SPSS didapatkan hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p=0.020) dan adanya hubungan antara budaya dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p=0.002). berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan budaya dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kata Kunci : Kejadian Anemia, Budaya, Pengetahuan, Ibu Hamil PENDAHULUAN Menurut Kemenkes RI (2014), Data Word Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa total penderita anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 70%, artinya dari 10 ibu hamil, sebanyak 7 orang akan menderita anemia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013, prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia sebesar 37% mengalami peningkatan dari tahun 2007 sebanyak 24,5% (Purwaningtyas M.L. & Prameswari N.G., 2017). Anemia merupakan suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. Pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (Hemoglobin/Hb) dibawah nilai normal (Rukiyah Y.A. & Yulianti L, 2015) Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses belajar ini dipengaruhi berbagai faktor dari dalam, seperti motivasi dan faktor luar berupa sarana informasi yang tersedia, serta keadaan sosial budaya. Dalam wekipadia, pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang (Budiman & A., 2013) Pantangan dan keharusan makan makanan tertentu, yang diajarkan secara turun temurun dalam setiap kebudayaan, dalam ukuran-ukuran tertentu dapat memberikan ketenangan yang diperlukan dalam kepentingan kesehatan jiwa. Namun, adat memantang makanan, keharusan mengkonsumsi makanan tertentu, dan pantang perbuatan tidak selalu memberikan dampak kesehatan yang baik, meskipun dilandasi oleh tujuan pencegahan bahaya (Indriyani & Asmuji, 2014) Dari uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Hubungan Pengetahuan dan Budaya dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tamalanrea. BAHAN DAN METODE Lokasi, Populasi, dan Sampel Berdasarkan permasalahn yang diteliti, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 30 Juli 2018. Lokasi penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Tamalanrea. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Tamalanrea pada bulan Februari sebanyak 50 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. 1. Kriteria inklusi a. Seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Tamalanrea