226 Journal of Mechanical Engineering Education, Vol. 2, No. 2, Desember 2015 HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS BERWIRAUSAHA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PERBENGKELAN OTOMOTIF SISWA SMK Maun Sugiarto 1 , Inu H. Kusuma 2 , Tatang Permana 3 Departemen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung 40154 maun.sugiarto@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan antara kreativitas berwirausaha dengan minat berwirausaha perbengkelan otomotif pada mahasiswa paket keahlian otomotif. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat kreativitas berwirausaha dikalangan mahasiswa paket keahlian otomotif tergolong pada kategori sedang, sedangkan minat berwirausaha mahasiswa paket keahlian otomotif berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara kreativitas berwirausaha dan minat berwirausaha sebesar 0,335. Angka tersebut menunjukkan bahwa besarnya hubungan antara kreativitas berwirausaha dengan minat berwirausaha perbengkelan otomotif pada mahasiswa paket keahlian otomotif berada pada kategori rendah. Kata kunci: kreativitas, kewirausahaan, minat, otomotif, bengkel. PENDAHULUAN Kewirausahaan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa adalah dengan meningkatkan jumlah kewirausahaan, baik sisi kualitas maupun kuantitasnya. Jumlah wirausahawan menjadi sangat penting untuk sebuah bangsa karena kehadiran wirausahawan yang unggul dalam dalam kualitas membuat perekonomian negara semakin sejahtera dan kuat. Melalui pendidikan formal salah satunya dengan pendidikan kewirausahaan melalui mata kuliah kewirausahaan diharapkan agar lulusan perguruan tinggi disiapkan menjadi sosok yang mandiri dan tidak selalu terfokus menjadi pencari kerja atau menjadi karyawan melainkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (2014) merilis jumlah pengangguran pada agustus 2013 sebayak 7,39 juta orang. Secara umum menunjukkan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan, makin besar jumlah pengangguran, terkecuali pada jenjang SMA/SMK. Fenomena ini disebabkan karena beberapa faktor, sedikitnya ketersediaan lapangan pekerjaan sesuai dengan lulusan, terlalu mengandalkan ijazah dan terlalu berorientasi pada pencarian kerja. Dengan demikian peluang 1 Mahasiswa Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI 2 Dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI 3 Dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI