JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) G-297 Abstrak— Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan korosi suatu material, salah satu diantaranya yakni pengaruh konsentrasi media korosi. Ada banyak metode untuk menghambat proses terjadinya korosi. Salah satu diantara banyak metode yaitu penggunaan inhibitor. Inhibitor organik salah satu jenis inhibitor yang bersifat non- toksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak lingkungan. Inhibitor organik tersebut diperoleh dengan mengekstrak beberapa bahan yang ada di alam. Dalam penetilitian ini inhibitor yang digunakan antara lain daun jambu biji, daun teh, kedelai dan kopi. Inhibitor tersebut digunakan pada material pipa baja dalam media air laut buatan yang memiliki kadar salinitas 35 ‰. Metode perhitungan laju korosi baja menggunakan metode weight loss dan electroplating. Laju korosi paling kecil yakni sebesar 3.10 mpy untuk API 5L dan 1.94 mpy untuk ASTM A53 dengan inhibitor daun teh. Inhibitor yang kurang maksimal dalam menghambat laju korosi yaitu inhibitor kopi yakni 6.12 mpy untuk API 5L dan 2.66 mpy untuk ASTM A53. Nilai laju korosi spesimen API 5L dan ASTM A53 yang tidak menggunakan inhibitor masing-masing 50.26 mpy dan 3.83 mpy. Inhibitor teh memiliki nilai effisiensi mencapai 93.83%. Sedangkan daun jambu biji memiliki nilai effisiensi mencapai 93.45%. Nilai effisiensi inhibitor kedelai mencapai 91.72% dan inhibitor kopi memiliki nilai effisiensi paling rendah hanya mencapai 87.83%. Kata Kunci— Daun Jambu Biji, Daun Teh, Electroplating, Inhibitor, Kedelai, Kopi, Korosi, Weight Loss I. PENDAHULUAN OROSI merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Logam yang mengalami penurunan mutu tidak hanya melibatkan reaksi kimia namun juga reaksi elektrokimia, yakni antara bahan- bahan yang bersangkutan dengan terjadinya perpindahan electron [1]. salah satu proses perusakan material khususnya logam karena adanya suatu reaksi antara logam tersebut dengan lingkungan. Proses perusakan material yang terjadi menyebabkan turunnya kualitas material logam tersebut [2]. Banyak faktor yang dapat menyebabkan korosi suatu material, salah satu diantaranya yakni pengaruh konsentrasi media korosi. Pada media air laut, ion-ion klorida menjadi salah satu sumber masalah terhadap material yang mengalami korosi. Semakin banyak konsentrasi ion-ion klorida maka dapat mempercepat proses korosi yang terjadi di lingkungan laut [3]. Salah satu metode penghambat proses terjadinya korosi yaitu dengan menggunakan inhibitor korosi. Inhibitor korosi adalah suatu zat kimia yang bila ditambahkan ke dalam suatu lingkungan, dapat menurunkan laju korosi yang terjadi pada lingkungan tersebut terhadap suatu logam didalamnya. Menurut bahan dasar pembuatannya inhibitor korosi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu inhibitor yang terbuat dari bahan anorganik dan organik. Inhibitor korosi organik yaitu inhibitor korosi yang berasal dari bahan alami yang tersedia di alam. inhibitor organik selain dapat menghambat laju korosi. Inhibitor alami memiliki sifat non-toksik, murah, mudah didapatkan dan dapat diperbaharui [4]. Saat ini bidang inhibitor korosi sedang mengalami perubahan drastis dari sudut pandang kompatibilitas lingkungan. Lembaga lingkungan di berbagai negara telah memberlakukan aturan ketat dan peraturan untuk penggunaan dan pembuangan inhibitor korosi. Peraturan lingkungan yang ketat mengharuskan inhibitor korosi untuk menjadi ramah lingkungan dan aman [5]. Daun jambu biji memiliki kandungan senyawa tanin yang dapat digunakan untuk menghambat proses korosi yang terjadi. Kandungan tanin yang dimiliki daun jambu biji cukup tinggi. Di dalam daun teh juga terkandung senyawa tanin dan kafein. Tanin dan kafein yang ada di dalam daun teh dapat pula digunakan sebagai penghambat laju korosi. Pada biji kopi terkandung senyawa kafein yang dapat digunakan sebagai penghambat laju korosi. Asam amino di dalam biji kedelai juga dapat digunakan sebagai senyawa untuk menghambat laju korosi yang terjadi pada material. Saat ini sudah mulai berkembang penelitian mengenai inhibitor korosi alami dan penggunaannya. Penggunaan tumbuhan tembakau, teh dan kopi sebagai inhibitor korosi baja lunak [6]. Penggunaan ekstrak daun pepaya sebagai inhibitor korosi pada baja AISI 4140 dalam medium air laut [7]. Ekstrak teh, kopi, dan tembakau yang digunakan sebagai inhibitor korosi pada cat utuk pelat kapal A36 [8]. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin melakukan percobaan dengan melakukan penambahan ekstrak daun jambu biji, kacang kedelai, daun teh, dan kopi sebagai bahan inhibitor organik pada material pipa. Media yang digunakan sebagai media korosi yaitu air laut. Media korosi air laut tersebut penulis menggunakan kadar salinitasnya 35‰. Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan Ardi Prasetia Yanuar 1 , Herman Pratikno 1 , dan Harmin Sulistiyaning Titah 2 1 Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 2 Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: hermanp@oe.its.ac.id K