9 e-ISSN 2502 2962 / ©Biopropal Industri – Baristand Industri Pontianak
N. Rahmi, N. Khairiah, Rufida, S. Hidayati, A. Muis / JBI 11(1) 2020, 9-18
PENGARUH FERMENTASI TERHADAP TOTAL FENOLIK, AKTIVITAS
PENGHAMBATAN RADIKAL DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI
EKSTRAK TEPUNG BIJI TERATAI (Nymphaea pubescens Willd.)
(Effect of Fermentation on Total Phenolic, Radical Scavenging Activity and Antibacterial Activity
of Waterlily (Nymphaea pubescens Willd.) Seed Flour Extract)
Nazarni Rahmi
1)
, Nadra Khairiah
1)
, Rufida
1)
, Sri Hidayati
1)
, Anton Muis
2)
1
Baristand Industri Banjarbaru, Jl. Panglima Batur Barat No. 2 Banjarbaru, 70711, Indonesia
2
Baristand Industri Manado, Jl. Diponegoro No. 21-23, Manado, 95112, Indonesia
e-mail: nazarni.rahmi@gmail.com
Diterima 05 September 2019, Revisi akhir 25 November 2019, Disetujui 11 Maret 2020
ABSTRAK. Tepung biji teratai dibuat dari biji teratai matang yang dihaluskan. Tepung ini biasa
digunakan sebagai bahan kue dan makanan lokal khas Kalimantan Selatan. Biji teratai mempunyai
khasiat antidiare dan memiliki beberapa sifat fungsional lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh fermentasi terhadap total fenolik, aktivitas antiradikal dan antibakteri pada tepung
biji teratai. Biji teratai dihaluskan, diayak dengan ayakan 60 mesh dan difermentasi menggunakan L.
plantarum JBSxH.6.4, BIMO-CF dan fermentasi spontan, masing-masing selama 48 jam. Hasil
fermentasi ditiriskan, dikeringkan dan diekstrak menggunakan pelarut etil asetat dan air dengan
perbandingan 70:30. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dan ditentukan total fenolik dengan metode Folin-
ciocalteu, aktivitas penghambatan radikal menggunakan 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan
antibakteri dengan metode difusi agar. Selanjutnya, hasil ini dibandingkan dengan perlakuan tanpa
fermentasi. Hasil pengujian menunjukkan terjadi peningkatan kandungan total fenolik 70,52±0,53
menjadi 99,82±0,60 mg/g GAE, aktivitas penghambatan radikal 80,37±0,89 menjadi 87,64±0,68% dan
aktivitas antibakteri yang ditunjukkan oleh penghambatan terhadap bakteri E. coli, Salmonella dan S.
aureus. Fermentasi mampu meningkatkan kandungan total fenolik dan aktivitas biologis pada tepung
teratai, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pangan fungsional.
Kata kunci: antibakteri, biji teratai, DPPH, fermentasi, total fenolik
ABSTRACT. Waterlily seed flour is made from mature grinded waterlily seed. The flour is commonly
used as cake and local food ingredient of South Borneo. Waterlily seeds have antidiarrheal and other
functional properties. This study aimed to determine the effect of fermentation on total phenolic,
antiradical and antibacterial activity in waterlily seed flour. Seeds were grinded, sifted through 60 mesh
screen and fermented using L. plantarum JBSxH.6.4, BIMO-CF and spontaneous fermentation for 48
hours respectively. The fermented products were drained, dried and extracted using ethyl acetate and
water solution with 70:30 ratio. The extract obtained was evaporated and determined its total phenolic by
the Folin-ciocalteu method, antiradical activity using 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and
antibacterial by agar diffusion method. Furthermore, they were compared with the unfermented one. The
results showed the increasing of total phenolic from 70.52±0.53 to 99.82±0.60 mg/g GAE, antiradical
activity from 80.37±0.89 to 87.64±0.68% and antibacterial activity which indicate by the inhibition of E.
coli, Salmonella and S. aureus. Fermentation in waterlily flour increased the total phenolic content and
its biological activity, so it has the potential to be used as functional food.
Keywords: antibacterial, DPPH, fermentation, total phenolic, waterlily seed
1. PENDAHULUAN
Tanaman teratai merupakan tanaman air
yang tersebar luas dan merata di seluruh dunia,
baik daerah gersang di Afrika maupun dingin di
Eropa. Diperkirakan terdapat 40 spesies dan 200
varietas teratai di dunia (Fitrial & Khairina, 2011).
JBI 11(1)2020, 9-18
DOI: http://dx.doi.org/10.36974/jbi.v11i1.5553
BIOPROPAL Industri
http://ejournal.kemenperin.go.id/biopropal