Nama : MUHAMMAD ILHAM AZIZ NIM : 20201021002 Mata Kuliah : Sejarah Islam lokal RIVIEW BUKU Judul buku : Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850 – 1940 Penulis : Prof. Dr. Kuntowijoyo Penerbit : IRCiSoD ISBN : 978-602-7696-34-1 Tahun terbit : 2017 Halaman : 704 A. Latar belakang Perubahan sosial masyarakat Madura tidak terjadi secara singkat, ada beberapa factor yang melatarbelakanginya. Salah satunya adalah factor ekologi dan alam. Ekologi menjadi salah satu factor yang mempengaruhi perubahan sosial pada masyarakat Madura, sedangkan alam menempa mereka untuk menyelesaikan persoalan sosial yang berkembang. Pada masa kolonial di Indonesia, Madura menjadi salah satu wilayah yang dibagi berdasarkan 3 kerajaan pribumi yaitu: Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Penamaan Madura oleh kolonial didasarkan pada penggambaran pulau oleh pemerintah Belanda yang ditetapkan sebagai keresidenan Madura pada tahun 1857. Jika merekonstruksi sejarah, menyerahnya masyarakat Madura pada kolonial mulai paruh abad ke-19. Saat itulah diterapkan pemerintahan ganda dengan menetapkan patih atau perdana mentri sebagai penguasa pribumi dari masyarakat Madura. Sesuai kesepakatan yang dijanjikan oleh pemerintah Belanda pada penguasa pribumi, secara tidak langsung membuat mereka harus tunduk dibawah perintah kolonial Belanda. Salah satu contohnya adalah diterapkannya sistem upeti percaton (apanage). Setelah berkembangnya kapitalis di Madura, perlahan system upeti yang diterapkan mulai runtuh. Factor utamanya adalah adanya perdagang Cina yang pada waktu itu mendominasi seluruh kawasan di Nusantara. Perlahan bangsawan Madura tidak lagi mendapatkan kursi