BAS VOL.20 NO.2/2017 Hal 100–116
100
IDENTIFIKASI BUDAYA PRASEJARAH
DARI ARTEFAK DI SITUS BUKIT KERANG KAWAL DARAT I
THE IDENTIFICATION OF PREHISTORIC CULTURE
FROM THE ARTIFACTS AT THE SITE OF KAWAL DARAT I
SHELL–MIDDEN
Ketut Wiradnyana
Balai Arkeologi Sumatera Utara
Jl. Seroja Raya Gg. Arkeologi No. 1, Medan
Ketut_wiradnyana@yahoo.com
Abstract
The limitedness of artifacts at Kawal Darat I shell-midden site, which only yield short axes,
spatula, and pottery fragments with relatively young radio-carbon dates, has obstructed the
effort to identify its culture. This is due to assumptions that have always related shell-midden
sites to the activities of the bearers of the Hoabinhian culture. In this case, the culture was also
characterized by the technology of pebble that were flaked on all sides, known as sumatraliths.
The existence of shell-midden, which is assumed to be a part of the Hoabinhian culture with
Basconian-typed artifacts, has caused a problem in identifying the site. Using inductive line of
thought on the existence of material cultures found at archaeological sites bearing Sonviian,
Hoabinhian, and Bacsonian artifacts in Southeast Asia and compare them with the data on the
material cultures from Kawal Darat I shell-midden site, it can be interpreted that there had been
a transformation of lithic tool technology, which initially originated from a type of technology
called Sonviian, to Basconian. Bearing in mind that Hoabinhian has the most complete data
among the three types of technology, it seems like the artifacts found at the Kawal Darat I shell-
midden site were originated from the Hoabinhian Techno-Complex.
Keywords: lithic tools; Sonviian; Hoabinhian; Bacsonian; techno-complex
Abstrak
Keterbatasan artefak di situs Bukit Kerang Kawal Darat I, yang hanya menghasilkan kapak
pendek, spatula dan fragmen gerabah dengan hasil analisa karbon yang relatif muda,
menyulitkan upaya mengidentifikasi budayanya. Hal tersebut disebabkan adanya asumsi yang
selalu mengaitkan situs bukit kerang dengan sisa aktivitas pendukung budaya Hoabinh.
Budaya dimaksud juga dicirikan dengan teknologi artefaktual berbahan kerakal yang dipangkas
di seluruh sisi-sisinya yang dikenal dengan sebutan sumatralith. Keberadan bukit kerang yang
diasumsikan sebagai bagian dari budaya Hoabinh dengan artefak temuan yang berciri
Bacsonian tersebut menjadikan permasalahan dalam mengidentifikasi situs dimaksud. Dengan
alur pemikiran induktif atas keberadaan budaya materi yang ditemukan di situs-situs arkeologi
yang teknologinya berciri Sonviian, Hoabinhian dan Bacsonian di Asia Tengara, untuk
dibandingkan dengan data budaya materi dari situs Bukit Kerang Kawal Darat I. Maka dapat
diinterpretasikan bahwa telah terjadi perubahan teknologi alat litik, yang awalnya bersumber
dari teknologi yang disebut Sonviian hingga Bacsonian. Mengingat Hoabinhian memiliki data
yang paling lengkap dari ketiga ciri teknologi tersebut, maka artefak yang ditemukan di situs
Bukit Kerang Kawal Darat I merupakan hasil dari Tekno Kompleks Hoabinh.
Kata Kunci: alat batu; Sonviian; Hoabinhian; Bacsonian; tekno-kompleks
Naskah diterima: Revisi terakhir: Naskah disetujui terbit:
15-09-2017 1-11-2017 5-11-2017
BERKALA ARKEOLOGI SANGKHAKALA
P-ISSN: 1410-3974; E-ISSN: 2580-8907
http://sangkhakala.kemdikbud.go.id
DOI: Vol. 20 No. 2 2017, 79-87 10.24832/bas.v20i2.282
©2017 Berkala Arkeologi Sangkhakala–Balai Arkeologi Sumatera Utara
Bebas akses di bawah lisensi CC BY-NC-SA