Jurnal Masyarakat & Budaya, Volume 20 No. 2 Tahun 2018 261 REFLEKSI KEPERCAYAAN MASYARAKAT PESISIR PANTAI PRIGI DALAM SAJEN SLAMETAN NJANGKAR (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) THE REFLECTIONS OF THE PEOPLE OF PRIGI COASTAL IN SAJEN SLAMETAN NJANGKAR (ETHNOLINGUISTICS STUDIES) Ayunda Riska Puspita Institut Agama Islam Negeri Ponorogo ayunda.riska@gmail.com Abstrsct The Javanese people still preserve their culture and custom that passed down by their anchestors. One of the heritage still preserved till this day is selamatan (slametan). In slametan there is a sajen that symbolize a particular message. In the coastal area of Prigi beach, there is a slametan called slametan njangkar. This slametan is closely related to the beliefs of the coastal community in Prigi Beach toward Nyi Roro Kidul as the queen of the South Sea. This paper aims to describe the sajen contained in the slametan njangkar in order to know the reflection of Prigi Coastal Coast people’s belief through the ceremony. Qualitative approach and descriptive method is used in this ethnolinguistics paper. The results of this study indicate that the naming of the sajen reflects the belief of the coastal community in Prigi towards Allah swt. and His supernatural beings who rules certain regions named Nyi Roro Kidul. It shows that the belief of the coastal community in Prigi Coast fit into the category of syncretism due to the acculturation of Javanese culture with Islamic culture. The main goal of slametan is to ask for salvation to the Almighty and ask for permission to the queen of the sea to enter her territory to take her resources. Keywords: sajen slametan njangkar, community belief in Prigi, ethnolinguistics Abstrak Masyarakat Jawa masih sangat mempertahankan budaya dan adat peninggalan nenek moyangnya. Salah satu adat yang masih dipertahankan sampai saat ini adalah kegiatan upacara selamatan (slametan) yang di dalamnya terdapat sajen yang menyimbolkan pesan tertentu. Di pesisir Pantai Prigi upacara slametan yang masih dilaksaskan sampai saat ini adalah slametan njangkar. Slametan njangkar ini berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat Pesisir Pantai Prigi terhadap Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Laut Selatan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sajen-sajen yang terdapat dalam upacara slametan njangkar untuk mengetahui refleksi kepercayaan masyarakat Pesisir Pantai Prigi dalam upacara tersebut. Artikel ini merupakan kajian etnolinguistik dengan pendekatan kualitatif dan metode deskripsi. Hasil pengamatan penulis menunjukkan bahwa penamaan sajen merefleksikan kepercayaan masyarakat Pesisir Pantai Prigi terhadap Allah swt. dan makhluk ciptaan-Nya yang tidak dapat dilihat secara kasat mata atau makhluk gaib yang merupakan penguasa wilayah tertentu, seperti Nyi Roro Kidul. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Pesisir Pantai Prigi termasuk ke dalam sinkretisme karena terjadi akulturasi budaya Jawa dengan budaya Islam. Tujuan utama slametan njangkar adalah untuk memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa dan meminta izin kepada penguasa laut selatan untuk memasuki wilayahnya dan mengambil sebagian harta yang dimiliki oleh Nyi Roro Kidul. Kata kunci: slametan njangkar, kepercayaan masyarakat Prigi, etnolinguistik Pendahuluan Kecamatan Watulimo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kecamatan Watulimo merupakan salah satu kecamatan yang berkembang pesat dibandingkan kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Trenggalek. Letak pusat administrasi Kecamatan Watulimo, seperti Kantor Camat, Koramil, dan Puskesmas Kecamatan, semuanya ada di Desa Prigi. Hal ini menyebabkan Desa Prigi merupakan desa yang paling ramai di Kecamatan Watulimo. Di Kecamatan Watulimo terdapat Pantai Prigi yang merupakan pusat perekonomian