326 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK PADA MATERI GERAK BENDA DI SMP 1) Desi Rahmawati, 1) Sri Wahyuni, 1) Yushardi 1) Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Email desihasan66@gmail.com Abstract This study was aimed at describing: (1) the expert validity of flipbook media learning, (2) the users validity of flipbook media learning and (3) audience validity of flipbook media learning. This study was development research of 4-D method (define, design, develop, disseminate). The subjects of this study was students of class VIIIC Nuris junior high school Jember. The instruments used were sheet of worksheet validation, sheet of student perfomance assement, sheet of student response, and sheet of observstion. The result showed that: (1) expert validity of flipbook media learning was 86,47% with very valid category (2) user validity of flipbook media learning was 81,43% with valid category (3) audience validity validity of flipbook media learning was 90,39% with very valid, very effective,very complete, and can use without revision. Conclusion this reseach was flipbook media learning on the material object motion in junior high school decent to be used as a physics science of learning material in junior high school. Keywords : learning media, flipbook, motion PENDAHULUAN IPA sebagai bagian dari pendidikan nasional memiliki peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan pada masa kini seharusnya mampu meningkatkan kemampuan seseorang untuk dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi (Putri, 2013) Dalam proses pembelajaran diperlukan media pembelajaran yang berfungsi sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru (Arsyad, 2011:15) Media belajar adalah alat bantu yang berguna dalam kegiatan belajar mengajar. Alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru via kata-kata atau kalimat. Media mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar (Priatmoko et al, 2012). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dengan cara menyebarkan angket di 3 SMP di kabupaten Jember, 23 dari 35 siswa tidak menyukai mata pelajaran IPA. Hal ini dikarenakan dalam menyampaikan materi guru tidak menggunakan media yang menarik. Sehingga cenderung membuat siswa merasa bosan dan enggan untuk memperhatikan penjelasan guru. Hal tersebut juga berakibat pada hasil belajar siswa untuk mata pelajaran IPA. Sesuai dengan hasil observasi di atas, hasil wawancara dengan salah satu guru di SMP Nuris Jember menyatakan bahwa guru jarang menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pembelajaran masih berjalan secara konvensional sehingga dalam proses pembelajaran berjalan satu arah yang mengakibatkan siswa asyik sendiri seperti gaduh dalam kelas, menggambar, bahkan tidur dalam kelas. Hal ini terjadi karena guru masih berkutat dengan buku dan belum mengoptimalkan media-media lain yang mempu memancing perhatiaan siswa sehingga siswa fokus dalam mempelajari materi pembelajaran. Oleh sebab itu sangat penting bagi seorang guru untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA