1 Transformasi Cara Penuturan Cerita dalam Bentuk Aplikasi Digital Storytelling sebagai Media Pengenalan Kembali Legenda “Calon Arang” Denny M.P. 1* ; Intan Rizky Mutiaz 1 ; Andar Bagus Sriwarno 1 1 Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10. Bandung 40132; Jawa Barat – Indonesia Email’s: darkoisme@gmail.com, intanrm@yahoo.com, andarbugs@fsrd.itb.ac.id *Korespondensi penulis Abstrak Legenda Calon Arang adalah salah satu dari berbagai macam kisah dan legenda yang ada di Nusantara. Legenda ini menjadi unik karena dalam adaptasinya ke bentuk dramatari Calon Arang dan Wayang Calon Arang yang ditampilkan di Bali, tetapi cerita ini berasal dari Kediri, Jawa Timur. Namun demikian, di masa kini di mana masyarakat telah semakin maju, nilai tradisi ini telah semakin ditinggalkan. Dengan terpaan dari budaya asing dan budaya populer yang semakin hari semakin deras seiring dengan penawaran akan sebuah teknologi baru yang diproduksi secara massal, yang menyebabkan masyarakat semakin mudah menerima budaya luar tersebut dan sekaligus mulai meninggalkan budaya tradisi sedikit demi sedikit. Oleh karena itulah, penelitian ini kemudian dibuat sebagai langkah lanjut dalam membawa kembali legenda Calon Arang, dengan perantaraan media baru yaitu media digital. Dengan memilih bentuk aplikasi digital maka diharapkan agar masyarakat masa kini yang telah terbiasa dengan kebudayaan populer serta produknya yaitu berbagai macam gadget digital masa kini, tetap dapat mengetahui dan menikmati kisah legenda asli Nusantara yang telah diadaptasi ke dalam bentuk aplikasi digital, dengan tetap menampilkan legenda Calon Arang beserta nilai-nilai luhurnya. Kata kunci: Aplikasi, digital storytelling, calon arang, interaktif, legenda, media baru, sand animation. Abstract The legend of Calon Arang is one of many legends known by the Indonesian people. This legend can be said as a unique one, considering that this widely known dramatari (a mix between drama and tari = dance) Legenda Calon Arang is only performed in Bali, but actually the legend itself came from Kediri, East Java. Nevertheless, in today's society, this tradition is starting to be left behind. Calon Arang is only held on special occasions and considered to be sacred, which means this performance can't be held at any moment. The threat also comes from foreign culture such as popular culture, that usually together with the offers of new mass production technology products, causes more and more people to easily accept foreign cultures, but slowly neglecting and leaving behind their original tradition. This research is conducted as a further step to bring back the legend of Calon Arang, as one of Indonesian’s heritage, using new media which is digital media in the form of digital application. Based on theories of the visual storytelling theory, digital storytelling, and also visual language/Wimba that are presented in the form of digital application, a media that is widely known by today's society, the expectation is to make modern society know and enjoy the story, and also its philosophical values. Keywords: Political ad design, symbol, image, and myth. Pendahuluan Indonesia memiliki ratusan, kalau tidak ribuan, cerita rakyat dan legenda yang telah berakar di kehidupan masyarakatnya. Dengan bentuk negara kepulauan, memungkinkan Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat ber- variasi. Sejarah yang panjang yang telah menghadirkan berbagai kerajaan dan generasi penerusnya di Nusantara serta keragaman agama yang pernah ada di Nusantara, dari kepercayaan animisme, Hindu, Buddha, serta kerajaan Islam turut memperkaya berbagai cerita dan legenda yang berkembang di Nusantara. NIRMANA, Vol. 15, No. 1, Januari 2013, 1-12 DOI: 10.9744/nirmana.15.1.1-12 ISSN 0215-0905