Serambi Engineering, Volume VI, No. 3, Juli 2021 hal 2152 - 2159 2152 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Produksi Material Enrico-Fermi (Memperkaya Kandungan Nitrogen Pada Pupuk Organik Dari Hasil Produk Samping Penyulingan Minyak Nilam) Novia Arisni 1 , Riana Tania 2 , Izarul Machdar 3 , Umi Fathanah 4 1,2,3,4 Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh *Koresponden email: noviaarisni1@gmail.com Diterima: 30 Juli 2021 Disetujui: 7 Agustus 2021 Abstract The use of distilled patchouli waste is still very limited and should be optimized, research is carried out on the manufacture of granule compost from patchouli solid waste through 3 stages of activity. The first aerobic fermentation process of Aceh Jaya patchouli solid waste with variations in the ratio between patchouli solid waste and industrial liquid tofu waste used, i.e., 1:1; 1:3; and 1:5, then the ratio between waste and bio activator EM4 is 1:3%; 1:5%; and 1:7%. The second Enrico-Fermi fertilizer granulation process using granule adhesive, namely tapioca flour with the ratio of Enrico-Fermi fertilizer to adhesive material is 2:1. The three test procedures of the Enrico-Fermi material on the growth of patchouli plants . The results showed that the highest NPK content in the Enrico-Fermi fertilizer was determined by the ratio of patchouli waste to liquid tofu waste, i.e., 1:3 and the addition of EM4 with EM-4 concentrations of 7%, i.e., 5.83% nitrogen, 1.91% phosphorus, and 3.46% potassium. The yield of the granule fertilizer Enrico-Fermi was 71.43%. The response of the plants to the Enrico-Fermi fertilizer caused an increase in the height of the plant stem of 5.7 cm, 16 leaves, and 3 branches. Keywords: Patchouli solid waste, Enrico-Fermi fertilizer, nitrogen, tofu industrial wastewater, EM4 Abstrak Pemanfaatan limbah nilam hasil penyulingan masih sangat terbatas sehingga untuk mengoptimalkannya dilakukan penelitian pembuatan pupuk kompos granul dari limbah padat nilam melalui 3 tahapan kegiatan. Pertama proses fermentasi aerobik limbah padat nilam Aceh Jaya dengan variasi rasio limbah padat nilam dan limbah cair industri tahu yang digunakan yaitu 1:1 ; 1:3 ; dan 1:5 kemudian rasio antara limbah dan bioaktivator EM4 yaitu 1:3%; 1:5%; dan 1:7%. Kedua proses granulasi pupuk Enrico-Fermi dengan menggunakan bahan perekat granul yaitu tepung tapioka dengan rasio antara pupuk Enrico-Fermi dan bahan perekat yaitu 2:1. Ketiga proses pengujian material Enrico-Fermi terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Hasil penelitian menunjukkan kandungan NPK tertinggi pada pupuk Enrico-Fermi diperoleh pada rasio antara limbah nilam dan limbah cair tahu yaitu 1:3 serta penambahan EM4 dengan konsentrasi EM4 7% yaitu nitrogen sebesar 5,83%, phosfor 1,91% dan kalium 3,46%. Diperoleh yield pupuk granul Enrico- Fermi yaitu sebesar 71,43%. Respon tanaman terhadap pupuk Enrico-Fermi menghasilkan penambahan tinggi batang tanaman 5,7 cm, jumlah daun 16 buah, dan cabang 3 buah. Kata kunci: limbah padat nilam, pupuk Enrico-Fermi, nitrogen, limbah cair industri tahu, EM4 1. Pendahuluan Minyak nilam merupakan hasil penyulingan dari tanaman nilam yang telah dikeringkan (berupa campuran ranting dan daun). Selain minyak yang menjadi produk utamanya, proses ini juga menghasilkan limbah padat nilam yang cukup banyak, karena yield minyak yang dihasilkan hanya berkisar 1,2-3%, sehingga limbah yang dihasilkan sekitar 97-98,8% [1]. Kandungan hara terkhusus nitrogen pada kompos limbah nilam dapat mencapai 3,59% [2]. Kandungan nitrogen yang tinggi pada kompos limbah nilam menjadikan penerapan pupuk organik limbah padat nilam sangat efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman nilam. Pengomposan merupakan salah satu teknologi pengolahan limbah padat yang mengandung bahan organik biodegradable (yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme). Fermentasi adalah proses penguraian bahan organik, yang dilakukan dengan cara memfermentasi mikroorganisme dalam kondisi tertentu [3]. Proses fermentasi pada penelitian ini digunakan untuk mengubah limbah padat nilam menjadi pupuk organik dengan bantuan bioaktivator pada tahap fermentasi aerob. Dalam proses ini banyak koloni bakteri yang berperan, sehingga digunakan bioaktivator EM4 yang terdiri dari beberapa jenis bakteri yang dibutuhkan untuk membuat kompos. Pada penelitian ini akan digunakan bahan lain berupa limbah cair tahu. Proses fermentasi yang biasanya