34 ECOTROPHIC • VOLUME 11 NOMOR 1 TAHUN 2017 p-ISSN: 1907-5626, e-ISSN: 2503-3395 RESIDU PESTISIDA GOLONGAN ORGANOFOSFAT KOMODITAS BUAH CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA BERBAGAI LAMA PENYIMPANAN I G A Surya Utami Dewi 1*) , I Gede Mahardika 2) , Made Antara 3) 1) Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Udayana 2) Fakultas Peternakan, Universitas Udayana 3) Fakultas Pertanian, Universitas Udayana *Email: agex_surya@yahoo.co.id ABSTRACT In order to control pests and diseases in red chili plants, farmers use pesticides was over as impact leaving residue in the chili. The purpose of this study was to determine type, dose and frequency of pesticides used by the farmers, as well as to determine the organophospate residual in chili on different storage times. This study was conducted in two phases namely survey to 10 respondent farmers in Baturiti district, Tabanan regency used questioner and treatment pilot study used different storage time from 0, 1 and 3 days samples took from Apuan Village, Baturiti, Tabanan. Class of organophosphate pesticide residue analysis conducted in Denpasar Branch Police Forensic Laboratory. The results showed dominant pesticides used was organophosphates profenofos (curacron) 60 % and klorpirifos (kaliandra) 20 %. Dose pesticides used was > 40 ml (> 4 bottle cover volume 10 ml) and > 40 gram (> 4 spoon) for tank volume 17 liter and also > 30 ml (> 3 bottle cover volume 10 ml) and > 30 gram (> 3 spoon) for tank volume 14 liter. Frequency of pesticides used by farmers on 1 plant season was 90 % more than 12 times and the other 10 % used frequency 10-12 times. Farmers do not comply dose and frequency with the pesticides used regulations. Analysis result showed that the treatment effect of different storage time is not real to organophosphate pesticide residues groupon red pepper. The average residues detected are indicating a trend with residue storage profenofos on day 0, 1 and day 3 for 1,20 mg/kg, 2,70 mg/kg and 1,37 mg/kg and the amount of chlorpyrifos residues on the storage day 0, day 1 and day 3 is 0,0027 mg/kg, 0,0039 mg/kg and 0,0021 mg/kg. Profenofos and chlorpyrifos residue content is still below the Maximum Residue Limit (MRL) under the provisions of MRL profenofos on red pepper, which is 5 mg/kg and chlorpyrifos, which is 0,5 mg/kg. Keywords: Pesticides Residue; Organophosphates; Profenofos; Chlorpyrifos 1. PENDAHULUAN Dewasa ini tanaman cabai menjadi komoditi sayuran penting di Indonesia, memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan cabai merah akan meningkat tajam (Yusniawati, 2008). Meningkatnya permintaan masyarakat pada komoditas cabai di Bali dapat dilihat dari tingkat produksi cabai pada tahun 2013 yang mengalami peningkatan 20,23 % dari tahun sebelumnya, dimana produksi sayuran cabai mencapai 35.856 ton dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 29.824 ton (BPS Bali, 2013). Namun kendalanya dalam budidaya cabai yaitu rentan akan serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit pada tanaman dapat menyebabkan terjadinya penurunan hasil produksi serta gagal panen. Pestisida merupakan salah satu alternatif utama yang dipakai petani dalam menanggulangi serangan hama dan penyakit karena dianggap lebih efektif dibandingkan dengan penanggulangan secara biologis dan fisik. Rata-rata peningkatan total konsumsi pestisida per tahun mencapai 6,33 %, namun pada kenyataanya di lapangan diperkirakan dapat mencapai lebih dari 10-20 % (Djunaedy, 2009). Penggunaan pestisida pada tanaman cabai paling sering ditemukan kandungan residunya. Kandungan residu yang ditemukan yaitu pestisida golongan organofosfat jenis propenofos residunya melebihi batas maksimum residu profenofos pada tanaman cabai yaitu 5 mg/kg. Hal ini dikarenakan adanya petani yang sering mengambil langkah praktis, mereka langsung menyemprot dengan pestisida tanpa memperhatikan nilai ambang ekonomi hama, dosis anjuran dan jenis pestisida (Afriyanto, 2008). Berdasarkan hasil penelitian Soemirat (2003) residu insektisida golongan organofosfat ditemukan pada berbagai jenis sayuran seperti bawang merah dengan konsentrasi 0,565-1,167 mg/kg, kentang 0,125-4,333 mg/kg. Sedangkan cabai dan wortel mengandung profenofos 0,11 mg/kg, detakmetrin 7,73 mg/kg, klorpirifos 2,18 mg/kg, tulubenzuron 2,89 mg/kg, dan permetrin 1,80 mg/kg. Struktur kimia dan cara kerja organofosfat berhubungan erat dengan gas syaraf. Organofosfat ECOTROPHIC • 11 (1) : 34 - 39 p-ISSN: 1907-5626, e-ISSN: 2503-3395