Jamu at-Taksīr dan Tejemahnya dalam “Al-Quranul Karim Bacaan Mulia” karya H.B Jassin (Kajian Shorfiyah) Tia Nuraeni 1 , Aang Saeful Milah 2 , Hatta Raharja 3 , Lalu Turjiman Ahmad 4 , Endang Saiful Anwar 5 Universitas Negri Islam Sultan Maulana Hasanudin Banten 1 Universitas Negri Islam Sultan Maulana Hasanudin Banten 2 Universitas Negri Islam Sultan Maulana Hasanudin Banten 3 Universitas Negri Islam Sultan Maulana Hasanudin Banten 4 Universitas Negri Islam Sultan Maulana Hasanudin Banten 5 tia22nuraeni2[at]gmail.com Abstract: This reaserch is discuss about forms of the Jam‘u at-Taksīr along with the translation contained in “Al-Quranul Karim Bacaan Mulia”, written by Indosesian writer he is H.B Jassin who has translated Al-Qur’an by poetic language. The restricting the problem of this reaserch are the only forms of the Jam‘u at-Taksīr in Surat an-Nur. In this study, the researcher used the qualitive method of library study. Qualitive method are research methods that produce descriptive data in the form of written words, from books relating to research problems. Using the theory of morphology to determinate the patterns of the Broken Plural in the object of studies. As for the results, found 31 of Broken Plurals by denying some of the same words. There are 14 words of Lesser Jam‘u at-Taksīr in Surat an-Nur with three patterns, which are فعال لة ، ا ل، افع فع ا. There are 14 words of Greater Jam‘u at-Taksīr with six patterns, which are لء، فع فع، فعال ل ، وفع عل ن، ف ع ، ف, and 3 words of Ultimate Plural (Ṣīgah Muntaha al-Jumu) which are: فل، مفاعل، فعالواعل.Then the suitability of H.B Jassin in translating the Jam‘u at- Taksīr in his creation, it’s “Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia”. Keywords: Jam‘u at-Taksīr, Surat an-Nur, H.B Jassin Abstrak: Penelitian ini membahas tentang bentuk-bentuk Jamu at-Taksīr beserta terjemahnya yang terdapat dalam Al-Quranul Karim Bacaan Mulia, yang ditulis oleh seorang sastrawan dari Indonesia yaitu H.B Jassin yang menerjemahkan Al-Quran dengan bahasa puisi. Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah hanya bentuk-bentuk Jamu at- Taksīr yang terdapat dalam Surat an-Nur. Peneliti menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan. Metode kualitatif yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata kata tertulis, dari buku-buku yang berkaitan dengan masalah penelitian. Serta menggunakan teori shorfiyah dalam menentukan wazan- wazan dari beberapa bentuk Jamu at-Taksīr yang ada didalam objek kajian tersebut. Adapun hasilnya adalah ditemukan 30 kata Jam‘u at-Taksīr dengan menafikan beberapa kata yang sama. Ada 14 kata Jam‘u al-Qillah dengan tiga bentuk wazan, yaitu فعال لة ، ا ل، افع فع ا. Ada 13 kata Jam‘u al-Karah dengan 5 wazan , yaitu ل ن، وفع ع ل، فعال، فء، فعفع, dan tiga dari Ṣīgah Muntaha al-Jumu‘ yaitu ل،، فعال اعل ف مفاعل. Kemudian kesesuaian H.B Jassin dalam menerjemahkan Jam‘u at-Taksīr dalam karyanya, yaitu “Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia” Kata Kunci: Jam‘u at-Taksīr, Surat an-Nur, H.B Jassin