Warta Penelitian Perhubungan 2019, 31 (2): 83-92
http://dx.doi.org/10.25104/warlit.v31i2.963
0852-1824 / 2580-1082 ©2019 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Artikel ini open access dibawah lisensi CC BY-NC-SA (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
Terakreditasi Peringkat 2 (Sinta 2); SK No 10/E/KPT/2019
Pelabuhan Kuala Tanjung Sebagai Pelabuhan Hub Internasional
Ditinjau dari Aspek Jaringan Pelayanan
Wilmar Jonris Siahaan*
,1
, Windra Priatna Humang
2
, Abdy Kurniawan
3
, Rosita Sinaga
4
Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Pelabuhan, Badan Litbang Perhubungan
1,3
Sekretariat Badan Litbang Perhubungan
4
Jl. Merdeka Timur No. 5, Jakarta Pusat 10110, Indonesia
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Andi Djemma
2
Jl. Tandi Pau No. 5 Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91911, Indonesia
E-mail: wilmar_jonris@yahoo.com*
Diterima: 2 Juni 2019, disetujui: 21 Agustus 2019, diterbitkan online: 12 Desember 2019
Abstrak
Pelabuhan Kuala Tanjung berpotensi menjadi hub logistik untuk kawasan Asia Pasifik. Dari posisi geografis, letaknya sangat
strategis karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan berpotensi sebagai pelabuhan penunjang bagi Pelabuhan
Belawan.Tujuan penelitian ini adalah menyusuan rekomendasi pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai
pelabuhan hub internasional ditinjau dari aspek jaringan pelayanan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah
kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif, regresi berganda
dan SWOT. Besarnya demand dan posisi yang strategis di alur pelayaran internasional serta didukung oleh kedalaman
kolam pelabuhan 16-17 mLWS mampu disandari kapal-kapal dengan kapasitas > 50.000 DWT. Pelabuhan Kuala Tanjung
dititikberatkan untuk dapat menarik demand dari rute-rute strategis yang dilalui oleh shipping line utama di Selat Malaka,
seperti MAERSK, CMA, EVERGREEN, dan lain-lain. Menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai satu-satunya pelabuhan
di Indonesia Bagian Barat untuk melakukan Ekspor Impor berdasarkan Port Centrality Index. Pembangunan konektivitas
jaringan transportasi global antar pulau secara terintegrasi dengan mengembangkan jalur pelayaran dan operasional short
sea shipping secara terjadwal serta revitalisasi pelabuhan pengumpul dan utama guna menjamin muatan di Kuala Tanjung.
Kata kunci: Kuala Tanjung, Hub Internasional, Jaringan Pelayanan.
Abstract
Kuala Tanjung Port as an International Hub Port Review from The Service Network Aspect: Kuala Tanjung Port has
the potential to become a logistics hub for the Asia Pacific region. From the geographical position, the location is very
strategic because it deals directly with the Malacca Strait and has potential as a supporting port for Belawan Harbor. The
purpose of this research is to develop recommendation of Kuala Tanjung Port development as international hub port in
terms of network service aspect. The research approach used is a combination of qualitative and quantitative research. The
analytical method used is descriptive, multiple regression and SWOT. The magnitude of demand and strategic position in
the international shipping lanes and supported by the depth of harbor pool 16-17 mLWS capable of in transit ships with a
capacity of > 50,000 DWT. Kuala Tanjung Port is focused on being able to attract demand from strategic routes through
major shipping line in the Malacca Strait, such as MAERSK, CMA, EVERGREEN, and others. Making Port of Kuala Tanjung as
the only port in Western Indonesia to conduct Import Export by Port Centrality Index. Development of integrated inter-
island transport network connectivity by developing shipping lanes and scheduled short sea shipping operations as well
as revitalization of main and collecting ports to ensure cargo at Kuala Tanjung.
Keywords: Kuala Tanjung, International Hub, Service Network.
1. Pendahuluan
Globalisasi internasional yang terjadi saat ini di
era perdagangan bebas, mempengaruhi sistem
distribusi logistik, mobilitas modal, sehingga
persaingan semakin tinggi menuntut efisiensi.
Efisiensi dalam sistem distribusi dan logistik dapat
dicapai melalui pengembangan teknologi dan
penerapan sistem transportasi terpadu. Kemajuan
teknologi transportasi mengikuti perkembangan
ekonomi dan perdagangan, begitu pula sebaliknya
[1]. Transportasi mempunyai peran memperluas
daerah cakupan distribusi barang atau jasa [2],
mendukung distribusi logistik industri yang efisien
dan spesialisasi kegiatan produksi [3][4], sehingga
menciptakan konsentrasi aktivitas produksi di suatu
tempat, dan dapat menimbulkan "Economics of
Scale” dan “Aglomeration Economics" dalam sistem
logistik [5][6][7].
Konektivitas dalam Sislognas bervisi Local
Integrated, Globally Connected dan mempunyai 3
tingkatan konektivitas yang terintegrasi yaitu:
Konektivitas Lokal (Intra Island), Konektivitas
Nasional (Inter Island) dan Konektivitas Global
(International) [6][8]. Posisi Pelabuhan Kuala Tanjung
dalam konektivitas sislognas adalah sebagai simpul
konektivitas global (internasional).