SINERGI Vol. 21, No. 2, Juni 2017: 101-106 DOAJ:doaj.org/toc/2460-1217 DOI:doi.org/10.22441/sinergi.2017.2.004 Yusnita Rahayu, Dual Band Antena Design Mikrostrip 101 DUAL BAND ANTENA DESIGN MIKROSTRIP DENGAN BENTUK SLOT BYEMAX UNTUK PENERAPAN FREKUENSI 2.1 GHz LTE Yusnita Rahayu Zikri Pradana Program Studi Teknik Elektro, Universitas Riau Kampus Binawidya KM 12,5 Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293 Email: yusnita.rahayu@lecture.unri.ac.id zikri.pradana@student.unri.ac.id Abstrak -- Antena dual-frequency merupakan antena alternatif yang dapat digunakan untuk sistem radio yang bekerja pada dua kanal frekuensi yang berbeda jauh. Ketika dua frekuensi kerja terpisah dengan jarak yang cukup jauh, sebuah struktur patch dual-frequency dapat dirancang untuk menghindari penggunaan antena yang terpisah. Antena mikrostrip adalah salah satu solusi antena dual-frequency yang dapat dikembangkan, karena memiliki bentuk sederhana, unjuk kerja yang baik dan mudah dalam instalasinya.Jurnal ini membahas desain dari elemen antena dengan cylinder patch dengan slot byemax yang terobsesi dari film animasi. Patch mikrostrip antena dirancang dengan menggunakan perhitungan lebar patch (wp) dan panjang patch (lp). Desain dan simulasi antena mikrostrip membutuhkan software CST. Kata kunci : LTE, Antena mikrostrip 2.1 GHz, Dual band Abstract -- Frequency antenna is an alternate antenna that can be used for a radio system that works on two different frequency channels away. When two separate operating frequency by a considerable distance, a dual-frequency patch structure can be designed to avoid using a separate antenna. Microstrip antenna is a dual-frequency antenna solution that can be developed, because it has a simple shape, good performance and easy in this instalasinya.Jurnal discuss the design of patch antenna elements with a cylinder with a slot byemax obsessed from the animated film. Microstrip patch antenna was designed using the patch width calculation (wp) and the length of the patch (lp). Microstrip antenna design and simulation software CST need. Keywords: LTE, Microstrip antenna, 2.1 GHz, Dual band PENDAHULUAN Perkembangan telekomunikasi saat ini sangat pesat seiring dengan peningkatan kebutuhan layanan yang cepat dan efisien. Tekhnologi LTE ini lebih memiliki kecepatan transmisi yang tinggi dibandingkan dengan tekhnologi (2G dan 3G). Dengan adanya Tekhnologi LTE harus digunakan dengan efesien dan semaksimal mungkin (El-Feghi et. al., 2014) (Anisah, 2012) (Oktauliah et. al., 2017). Literatur yang dijadikan acuan dalam penelitian ini berjudul ―Dual-Band Wearable Textile Antenna on an EBG‖ penelitian ini membahas tentang antena menggunakan EBG (Elektromagnetic Band Gap) yang berkerja pada dua frekuensi (Salonen et. al., 2004) (Lee et. al., 2004). Untuk membuat antena microstrip yang dapat meningkatkan bandwidth pada frekuensi dual band menggunakan impedansi atau strip yang rasionya relevan untuk membuat bandwidth yang cukup besar (Richards et. al., 1985) (Davidson et.al., 1985). Beberapa teknik penambahan atau perubahan pada ukuran substrate, patch, ground dan pencatu untuk menghasilkan tambahan bandwidth yang lebih baik (Sanz-Izquierdo et. al., 2006) (Salonen et.al., 2009). Frekuensi dari dual band sebenarnya adalah keuntungan dalam hal mengurangi gangguan pada frekuensi. Cakupan dual band yang paling mudah diperoleh dengan menggunakan antena microstrip (Zhu and Langley, 2007) (Wang et.al., 2006). Bagian yang digunakan untuk mendesain antena ditumpuk sebagai satu elemen subtrate, patch dan ground (Dai et.al., 2008) (Tsai and Hsue, 2004). Penelitian menggunakan EGP didesain dual frekuensi yang akan memunculkan koneksi jaringan yang lebih baik pada frekuensi dual band (Chang et. al., 2004) (Tarvas and Isohatala, 2000). Sejumlah publikasi telah menyediakan berbagai solusi untuk frekuensi dual band. Frekuensi dari dual band bisa didapat didapat dengan mudah (Sudha and Vedevathy, 2002). Paper ini membahas tentang perancangan antena mikrostrip patch cylinder yang dapat diaplikasikan untuk LTE yang bekerja pada frekuensi 2,1 GHz dengan menggunakan software CST. Untuk mendapatkan hasil dual band dan bandwidth yang lebar lebih dari 100 MHz, yang terdiri dari slot yang berbentuk bymax untuk memperoleh pola radiasi dan gain ≥ 2 dBi.