Ilman Basthian S: Pengaruh Konfigurasi Ruang di Rumah Susun terhadap Rasa Aman Penghuni (xx-xx) PENGARUH KONFIGURASI RUANG DI RUMAH SUSUN TERHADAP RASA AMAN PENGHUNI STUDI KASUS: RUSUNAWA PENJARINGAN JAKARTA UTARA THE EFFECT OF SPACE CONFIGURATION AT SOCIAL HOUSING AGAINST OCCUPANTS' SENSE OF SECURITY CASE STUDY: RUSUNAWA PENJARINGAN JAKARTA UTARA Ilman Basthian S.* 1 1 Magister Arsitektur Universitas Trisakti, Jakarta *e-mail: 1 ilmanbs@gmail.com, ABSTRAK Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) merupakan bangunan dengan fungsi hunian yang dirancang untuk Masayarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dianggap rentan secara ekonomi sehingga memerlukan dukungan lebih dari pemerintah dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok berupa tempat tinggal yang layak. Studi ini mengambil lokasi di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, dimana penghuni sering mengeluhkan tingginya frekuensi tindak kriminalitas, yang berdampak pada kondisi lingkungan hunian rusun yang tidak aman. sementara sebagai rusunawa MBR, Rusunawa Penjaringan tidak memiliki sistem keamanan menggunakan peralatan canggih seperti instalasi CCTV, dikarenakan alokasi biaya operasional pengelolaan yang sangat terbatas, sekedar mempekerjakan beberapa orang penjaga keamanan (petugas security) untuk keseluruhan blok yang ada. Penulisan ini bertujuan untuk menggali tentang proses terbentuknya persepsi rasa aman penghuni terhadap unit hunianya pada rusunawa dan menemukan faktor-faktor desain arsitektur yang berpengaruh terhadap rasa aman penghuni terhadap unit hunianya pada rusunawa, hingga dapat ditentukannya kriteria desain arsitektur yang optimal dalam perwujudan rasa aman penghuni terhadap unit hunianya pada rusunawa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif interpretatif. Deskriptif terakit dengan penyajian temuan data-data kualitatif berupa data fisik dan non fisik yang didapatkan dari hasil observasi lapangan terhadap konfigurasi ruang pada blok rusunawa dan hasil wawancara penghuni agar lebih mudah dipahami, kemudian dilakukan interpretasi sebagai upaya menemukan pemahaman baru. Lebih lanjut, ditemukan bahwa diperlukan beberapa perbaikan terhadap konfigurasi elemen ruang dan jalur pergerakan terkait dengan keamanan dan diperlukan beberapa upaya yang untuk perbaikan kondisi keamanan pada Rusunawa Penjaringan. Kata kunci : konfigurasi ruang, rasa aman, rusunawa, perilaku ABSTRACT Social housing (rusunawa) are buildings with residential functions designed for Low- Income People (MBR) who are considered economically vulnerable so that they require more support from the government in terms of meeting basic needs affordable housing. This study took place in Rusunawa Penjaringan, North Jakarta, where residents often complain about the high frequency of crime, which has an impact on the unsafety condition of the social housing environment. While as a social housing, Rusunawa Penjaringan does not have a security system using sophisticated equipment such as CCTV installations, due to the very limited allocation of management operational costs, only employing a few security guards (security officers) for the entire blocks. This writing aims to explore the process of forming the perception of a sense of security for residents against their residential units in Rusunawa and find architectural design factors that affect the sense of security of residents against their residential units in Rusunawa, so that optimal architectural design criteria can be determined. The method used in this research is a descriptive qualitative