INFOTEKJAR : JURNAL NASIONAL INFORMATIKA DAN TEKNOLOGI JARINGAN- VOL. 4 NO. 1 (2019) EDISI SEPTEMBER Available online at : http://bit.ly/InfoTekJar InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan ISSN (Print) 2540-7597 | ISSN (Online) 2540-7600 https://doi.org/10.30743/xxxxx Attribution-NonCommercial 4.0 International. Some rights reserved Artificial Neural Network Pada Industri Non Migas Sebagai Langkah Menuju Revolusi Industri 4.0 Iin Parlina 1 , Anjar Wanto 2 , Agus Perdana Windarto 2 1 AMIK Tunas Bangsa, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia 2, STIKOM Tunas Bangsa, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia KEYWORDS ABSTRACT Artificial Neural Networks, Predictions, Sensitivity Analysis, Backpropagation, Export Value The research conducted aims to make predictions with artificial neural metwork (backpopagation) and sensitivity analysis in the non-oil processing industry for the value of industrial exports. Data was obtained from the Badan Pusat Statistik (BPS) in collaboration with the Ministry of Industry of the Republic of Indonesia in the last 7 years (2011-2017). The process is carried out by dividing the data into 2 parts (training and testing) to obtain the best architectural model. The data processing uses the help of Matlab 6.0 software. Model selection is done by try and try to get the best architectural model. In this study using 7 architectural models (15-2-1; 15-5-1; 15-10-1; 15-15-1; 15-2-5-1; 15-5-10-1 and 15- 10-5-1) who have been trained and tested. By using the help of Matlab 6.0 software, the best architectural model is obtained 15-2-1 with an accuracy rate of 93%, epoch training = 189,881, MSE testing = 0.001167108 and MSE training = 0,000999622. The best architecture will be continued to predict the non-oil industry based on the most dominant export value using sensitivity analysis. From the architectural model a prediction of 5 out of 15 non-oil and gas industries contributes: Food & Beverage Industry, Textile & Apparel Industry, Basic Metal Industry, Rubber Industry, Rubber and Plastic Goods and Metal Goods Industry, Not Machines and Equipment , Computers, Electronics and Optics. CORRESPONDENCE Phone: 0822-7323-3495 E-mail: iin@amiktunasbangsa.ac.id INTRODUCTION Industri pengolahan non migas merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengubah suatu barang mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan atau barang yang kurang nilainya menjadi yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir [1]. Pada Industry 4.0 segala penciptaan barang dan jasa melibatkan rekayasa intelegensi, robot, otomatisasi dan pertukarang data melalui Internet of Things (IoT). Indonesia melalui Kementerian Perindustrian telah merancang sebuah roadmap yang terintegrasi dalam mendukung revolusi industri 4.0 dimana roadmap tersebut mendukung seluruh rantai nilai industri untuk melahirkan model bisnis baru dengan basis digital untuk mencapai kualitas produk yang lebih baik dan efisiensi yang maksimal. Dalam laporan yang disampaikan bank indonesia melalui Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter (2016) bahwa industri non migas menjadi sektor paling dominan menggantikan sektor pertanian, baik dari sisi pangsa maupun kontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan PDB. Berdasarkan data grafik kontribusi Industri non migas terhadap total PDB yang diolah oleh Badan Pusat Statistik (BPS), industri sektor pengolahan non migas masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pembentukan PDB nasional. Pada tahun 2017 mencapai 20,16%. Laporan analisis perkembangan industri (2017) yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia menyebutkan sektor industri Makanan dan Minuman merupakan industri yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi mencapai 13,76%. Selain itu industri non migas lainnya yang mengalami kenaikan pertumbuhan pada 2017 adalah industri tekstil dan pakaian jadi; industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya; industri karet, barang dari karet dan plastik; serta industri mesin dan perlengkapan [2]. Semua industri pengolahan pada setiap sektor mengalami laju pertumbuhan terhadap PDB seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 1. Laju Pertumbuhan PDB Triwulan (%yoy) Lapangan Usaha Pertumbuhan Kumulatif 2013 2014 2015* 2016** Industri Makanan dan Minuman 4.07 9.49 7.54 8.46 Industri Pengolahan Tembakau -0.27 8.33 6.24 1.64