Design dan Implementasi Monitoring Arus, Tegangan dan Daya Menggunakan Teknologi Internet of Things pada Transformator Fajar Faturachman 1 , Iwan Krisnadi 2 Pasca Sarjana Program Magister Teknik Elektro Universitas Mercu Buana, Menteng, Jakarta, Indonesia Email: Fajarfaturachman@gmail.com 1 Iwan.krisnadi.dr@gmail.com 2 ABSTRAK Sistem Elektrikal adalah proses pengadaan sumber daya listrik dan pen an ke beban– beban listrik yang membutuhkan. Pada sitem elektrikal terdapat pembakit listrik yang menjadi peranan penting dalam system elektrikal. Kerusakan transformator dapat disebabkan oleh gangguan dari dalam transformator maupun dari lingkungan luar. Contoh gangguan dari dalam yaitu terjadi busur api yang kecil dan pemanasan lokal yang disebabkan oleh cara penyambungan konduktor yang kurang baik, dan kerusakan isolasi atau partial discharge. Makalah ini menyajikan sistem monitoring besaran-besaran listrik dari transformator secara online berbasis teknologi internet of things (IoT). Sensor tegangan dan sensor arus digunakan untuk mengukur tegangan dan arus, mikrokontroler digunakan sebagai pemrosesan data hasil pengukuran dan ethernet shield serta modem internet digunakan untuk mengirimkan data ke server platform IoT Ubidots. Hasil pengujian menunjukkan alat monitoring transformator mampu bekerja untuk memonitor besaran- besaran listrik transformator dan mengirimkan data ke jaringan penyedia IoT sehingga dapat dimonitor dari jarak yang jauh melalui perangkat laptop atau handphone. Kata kunci: Internet Of Things ,Transformasi, Monitoting 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transformator atau yang biasa dikenal dengan trafo adalah komponen listrik yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik dengan demikian fungsi transformator sangat diperlukan dalam sebuah sistem atau rangkaian listrik. Transformator berperan dalam menyalurkan tenaga atau daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan yang rendah atau sebaliknya tanpa mengubah frekuensinya. Transformator terdiri dari dua atau lebih kumparan yang membungkus inti besi feromagnetik. Kumparan-kumparan tersebut biasanya satu sama lain tidak dihubungkan secara langsung. Kumparan yang satu dihubungkan dengan sumber listrik AC (kumparan primer) dan kumparan yang lain mensuplai listrik ke beban (kumparan sekunder). Bila terdapat lebih dari dua kumparan maka kumparan tersebut akan disebut sebagai kumparan tersier, kuarter, dst. Kerusakan transformator dapat disebabkan oleh gangguan dari dalam transformator maupun dari lingkungan luar. Contoh gangguan dari dalam yaitu terjadi busur api yang kecil dan pemanasan lokal yang disebabkan oleh cara penyambungan konduktor yang kurang baik, dan kerusakan isolasi atau partial discharge Oleh karena itu, monitoring besaran listrik terutama arus dan tegangan dari transformator perlu dilakukan secara kontinyu. Banyaknya transformator pada jaringan dengan letak dan posisi yang bervariasi yang kadang-kadang jauh dari pusat distibusi tidak memungkinkan untuk melakukan monitoring secara kontinyu atau setiap waktu. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk kebutuhan monitoring transformator ini adalah menggunakan teknologi telekomunikasi tanpa kabel (wireless) dan teknologi internet of things (IoT). Berbagai aplikasi monitoring besaran listrik transformator dengan menggunakan teknologi telekomunikasi tanpa kabel telah dibuat, baik menggunakan layanan pesan singkat [1] maupun dengan modul GSM [2]. Kekurangan dari aplikasi ini adalah pada penanganan banyaknya data hasil monitoring dimana komputer yang terhubung harus diprogram untuk menampilkan semua data yang telah diperoleh. Teknologi IoT dapat mengumpulkan semua data-data hasil pengukuran dari sensor- sensor yang dikirimkan ke jaringan internet dimana data-data tersebut akan diproses untuk ditampilkan pada sebuah halaman web, sehingga memudahkan bagi pengguna internet melihatnya melalui situs web.