Jurnal Laut Khatulistiwa, 2(2): 60-65, June 2019 ISSN: 2614-6142 (printed), 2614-8005 (online) www.jurnal-untan.ac.id/lk 60 1. Pendahuluan Makroalga merupakan tumbuhan yang mendominasi semua perairan di dunia. Makroalga dibagi menjadi tiga tipe bedasarkan pigmennya, yaitu Chlorophycae (alga hijau), Rhodophyceae (alga merah), dan Phaeophyceae (alga coklat), (Kadi, 2005). Salah satu golongan makroalga coklat Phaeophyceae yaitu Sargassum polycystum (Jannah et al., 2014). Makroalga berperan sebagai produsen primer dan habitat bagi biota (Baleta et al., 2017). Makroalga menghasilkan metabolit sekunder sebagai bentuk pertahanan diri (Aguilera et al., 2002). Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh makroalga memiliki berbagai bioaktivitas seperti antioksidan (Sanger et al., 2013), antijamur (Oumaskour et al., 2012), dan antibakteri (Salem et al., 2011; Hutner et al., 2013).Kandungan metabolit sekunder yang ada pada makroalga adalah flavonoid, steroid, phenol, tanin, dan terpenoid (Baleta et al., 2017). Penelitian uji fitokimia pada makroalga cokelat telah banyak dilakukan. Ekstrak Uji Fitokimia Ekstrak Metanol Sargassum polycystum dari perairan Pulau Lemukutan Kalimantan Barat Sukal Minarti 1 *, Nora Idiawati 1 , Mega Sari Juane Sofiana 1 1 Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Tanjunpura, Pontianak- Indonesia *Correspondence email: Sukal Minarti sukalminarti02@gmail.com Received : 06 February 2019 - Accepted: 22 March 2019 Published: 30 June 2019 © Author(s) 2019. This article is open access Abstract: Makroalga adalah tumbuhan laut yang hidup di perairan. Makroalga termasuk dalam spesies multiselular menyerupai akar, batang dan daun. Sargassum polycystum merupakan spesies makroalga coklat (Phaeophyceae) yang khas dari perairan pulau Lemukutan, Kalimantan Barat. S. polycytum ini memiliki senyawa-senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif, seperti antibiotik. Metabolit sekunder berfungsi untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Oleh karena itu S. polycystum dapat dijadikan sebagai sumber senyawa penghasil antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak S. polycytum. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada makroalga S. polycystum seperti alkaloid, flavonoid, steroid, tanin dan saponin. Hasil uji fitokimia pada ekstrak S. polycystum adalah alkaloid, saponin dan tanin. Keywords: Sargassum polycytum, metabolit sekunder, uji fitokimia, dan Lemukutan.