PETA DIGITAL KOTA BITUNG Sumenge Kaunang 1) , Arie Lumenta 2) Ferouw R. I Ratu 3) Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi, Jl. Kampus UNSRAT Bahu, Manado, 95115, Indonesia E-mail: arie.lumenta@yahoo.com Abstract Internet as a medium for exchange of information globally continues to grow rapidly. These developments include aspects of technology in developing Geographic Information System. With the emergence of what is termed as WebGIS, the Geographic Information System based on the Internet that makes GIS can be accessed from anywhere. We have also occurred changes in the pattern of web-based information systems, where users not only as consumers, but can become producers and distributors. This system is a new option for application developers to create a more interactive GIS with various features and facilities therein. GIS also has become a substitute for Conventional maps that have existed since long, so GIS can also be referred to as the Digital Map. Digital maps can minimize shortages Conventional Map fragile and inflexible. Bitung City Digital Map is designed to respond to the needs of geographic information the community needs of Bitung City. Objects that appear in this system of Government Office, Object Tourism and Public Facilities. This system uses Apache as the web server and TimeMap as the map server. Keywords: Digital Map, Geographic Information System, WebGIS Abstrak Internet adalah media pertukaran informasi secara global yang terus berkembang. Aspek perkembangan termasuk teknologi dalam system informasi geografis. Kemunculan WebGIS, yakni sebuah teknologi berbasis internet yang memungkinkan SIG diakses dari mana saja. WebGIS memungkinkan dimana pengguna tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga menjadi penghasil dan penyalur. Sistem ini memberikan pilihan baru untuk para pengembang aplikasi untuk membangun SIG yang lebih interaktif dengan berbagai fitur dan fasilitas mutakhir. SIG juga dapat berfungsi sebagai pengganti Peta konvensional, sehingga disebut Peta Digital. Peta Digital dapat meminimalkan kerusakan dan meningkatkan fleksibilitas. Peta Digital Kota Bitung dibangun sebagai jawaban untuk kebutuhan informasi geografis Kota Bitung pada Kantor Pemerintahan, Pariwisata dan Fasilitas Umum. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan Apache sebagai web server dan TimeMap sebagai Map server. Kata Kunci: Peta Digital, Sistem Informasi Geografis, WebGIS 1. Pendahuluan Konsep Meningkatnya kebutuhan para pengguna komputer akan informasi geografis membuat Sistem Informasi Geografis (SIG) berkembang pesat terutama sistem informasi geografis berbasis web. Masyarakat sekarang lebih memilih mencari informasi geografis suatu tempat atau objek melalui internet daripada peta konvensional yang telah ada sejak lama. Hal ini dikeranakan pengguna lebih banyak mendapatkan informasi melalui aplikasi SIG ini. Disamping penyediaan informasi yang lebih besar kepada pengguna, SIG juga dapat menjadi salah satu faktor yang akan merubah pengertian suatu ilmu yang telah ada sejak lama, yaitu ilmu Managemen. Dan bukan hanya itu, pelanggan juga dapat berubah fungsi menjadi produsen maupun distributor karena tersedianya fasilitas yang memungkinkan terjadinya perubahan ini. Kota Bitung yang merupakan pintu gerbang Negara Indonesia dibagian timur, membutuhkan suatu sistem informasi geografis yang dapat memberikan informasi kepada pengguna