Jurnal Spektran http://ojs.unud.ac.id/index.php/jsn/index Vol. 5, No.1, Januari 2017, hal. 1-87 28 PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR DAS YEH PENET SEBAGAI AIR IRIGASI DAN AIR BAKU PDAM I Made Mudiasa 1 , IG. B. Sila Dharma 2 ,I Ketut Suputra 2 Abstrak : Tukad (sungai) Penet, merupakan salah satu sungai terbesar di Provinsi Bali yang dimanfaatkan untuk keperluan pertanian, dan kebutuhan air bersih. Dengan berkembangnya kebutuhan akan air untuk berbagai sektor seperti irigasi dan air minum saat ini, pemanfaatan air sungai Penet mengalami ekspolitasi yang berlebihan sehingga tidak jarang terjadi sengketa antara petani yang memakai air untuk irigasi dan pengguna lainnya. Untuk itu diperlukan adanya kajian tentang pemanfaatan air sungai Penet untuk melihat berapa besar potensi yang dapat di exploitasi untuk pemenuhan kebutuhan akan sumber daya air. Analisis optimalisasi pemanfaatan air dilakuan pada enam Daerah Irigasi (DI) yang memanfaatkan air sungai Penet yaitu DI Peneng, DI, Luwus carang sari ,DI Kacangan, DI Penarungan, DI Kapal dan DI Munggu. Analisis optimasi didasarkan atas pola tanam, jadwal tanam dan pengaturan air serta kebutuhan maksimum air baku PDAM Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung. Berdasarkan hasil simulasi, ketersediaan air pada di masing-masing DI sangat tergantung dari jadwal tanam dan pola tanam. Fluktuasi debit sungai memerlukan adanya pengaturan jadwal tanam dan sistem rotasi untuk beberapa daerah irigasi. Neraca air irigasi yang deficit terjadi pada DI Peneng, DI Luwus carangsari dan DI Kacangan. Optimasi air irigasi pada ke tiga daerah irigasi tersebut dilakukan dengan menggunakan simulasi jadwal tanam dan pengaturan air. Hasil analisis neraca air DAS pada bagian hilir DAS Yeh Penet menunjukan ketersediaan yang surplus pada alternatif jadwal tanam I dan II. Ketersediaan air Analisis neraca air dengan alternatif jadwal tanam I minimum 0.04 juta m 3 dan maksimum 1.43 juta m 3 , sedangkan pada alternatif jadwal tanam II ketersediaan air sisa minimum 0.25 juta m 3 dan maksimum 1.51 juta m 3 . Pengembangan potensi DAS Yeh Penet pada alternatif jadwal tanam I rata-rata sebesar 0.67 juta m 3 (0.52 m 3 /detik) dan pada alternatif jadwal tanam II rat-rata 0.76 juta m 3 (0.58 m 3 /detik) belum mampu memenuhi kebutuhan air total pada Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Selain itu, pengembangan sumber daya air DAS Yeh Penet hanya dapat dilakukan pada bagian hilir dari sungai Yeh Penet untuk menghindari konflik kepentingan pemanfaatan air di DAS Yeh Penet. Kata kunci: Optimalisasi, Pengembangan, Daerah irigasi, PDAM DEVELOPMENT OF WATER SOURCE IN FLOW AREA of YEH PENET RIVER Abstract : Tukad Penet is one of the biggest rivers in Bali which is used to support farming and fresh water demand. The increasing of water demand in various sectors such as for irrigation and drink water recently using water from Yeh Penet source shows the over use of its water has caused some conflicts between the use of the water user for irrigation and another use. Therefore, it was needed to review the use of Yeh Penet water to see how big the potential of its water that could be exploited to support the water source demand. The optimal analysis of water usage was carried out in six regional irrigation (DI) used Penet river water such as DI Peneng, DI Kacangan, DI Luwuscarang Sari, DI Penarungan, DI Kapal and DI Munggu. This analysis was based on cropping, planting and water management as well as a maximum water raw demand of the regional company of drinking water (PDAM) in Tabanan and Badung regency. Based on the simulation result, water availability in each irrigation regional (DI) depended on the cropping and planting. It was needed to provide the planting and rotation system for some irrigation regionals in river fluctuation discharge. The deficit of irrigation water balance occurred in DI Peneng, DI Luwuscarang sari, and DI Kacangan. The optimal use of irrigation water in the third irrigation regional was carried out by using planting stimulation and water management. The water balance analysis result at watershed in the part of downstream Penet watershed showed the availability of water surplus occurred in alternative plan I and II. The water balance analysis showed water availability in alternative plan I of a minimum 0.04 million m 3 and maximum 1.43 million m 3 , whereas in alternative plan II the wasted water availability of a maximum 0.25 million m 3 and a maximum 1.51 million m 3 . The potential development of Penet watershed in alternative plan I was 0.67 million m 3 (0.52 m 3 /sec) and in alternative plan II was 0.76 million m 3 (0.58 m 3 /sec) was not able to support the total water demand in Badung and Tabanan regency. Besides, the water source development of Penet watershed only occurred in downstream part of Yeh Penet river to avoid some conflicts of water utilization in Penet watershed. Keyword : Optimalitation, development, irrigation area, regional company of drinking water (PDAM) 1 Mahasiswa Program Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Denpasar. 2 Staf Pengajar Program Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Denpasar.