Oseana, Volume 45, Nomor 1 Tahun 2020: 17-27 p-ISSN: 0216-1877, e-ISSN: 2714-7185 17 TERIPANG SEBAGAI SALAH SATU SUMBER KOLAGEN Bayu Kumayanjati 1* 1 Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jl. Jogja–Wonosari KM 31,5, Gading, Playen, Gunungkidul 55861 * Alamat email: bayujati.dj@gmail.com ABSTRACT Sea cucumbers are one of the Echinoderms that are rich in nutrients. Sea cucumbers contain a lot of minerals, unsaturated fatty acids, amino acids, and quite high protein. Protein content in sea cucumbers can reach 40% depending on the type and habitat of the sea cucumber. High protein content in sea cucumbers has the potential as a source of collagen. Collagen is a constituent protein found in the skin, tendons, cartilage and hard bones, and other tissues. Collagen currently has been widely applied in various industrial fields, such as cosmetics, health, pharmacy and food, so that the requirement for collagen will increase. Collagen currently is still dominated by collagen from cattle and pigs. Collagen from cattle is the most widely used in Indonesia because the halal collagen is important in Indonesia. The requirement for halal collagen will certainly be limited if it only relies on collagen from cattle. Therefore, alternative sources of collagen are needed, one of them is sea cucumbers. Keywords: sea cucumbers, collagen, alternative. PENDAHULUAN Kolagen merupakan protein alami yang terdapat pada hewan vertebrata dan invertebrata. Pada vertebrata, kolagen merupakan konstituen protein yang terdapat pada kulit, tendon, tulang (tulang rawan maupun tulang keras), dan jaringan lainnya (Cheng et al., 2009; Huo & Zhao, 2009) sedangkan pada hewan invertebrata kolagen merupakan bahan penyusun dinding tubuh. Kolagen termasuk protein fibrin (protein berbentuk serabut), yang berperan dalam pembentukan struktur sel terbesar pada matriks ekstraseluler yang mempertahankan bentuk jaringan. Secara umum, kandungan kolagen sekitar 25–35% dari total protein pada tubuh vertebrata. Kolagen juga merupakan komponen organik pembangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit (Peranginangin et al., 2014). Teripang sebagai salah satu hewan invertebrata memiliki potensi kolagen yang cukup besar karena penyusun dinding tubuhnya adalah kolagen (Cui et al., 2007). Teripang telah dimanfaatkan dan dikonsumsi sejak berabad-abad lalu, terutama di Asia, karena kandungan nutrisinya yang sangat baik untuk kesehatan (Choo, 2008). Di negara Cina, tubuh dan kulit teripang jenis Stichopus japonicus telah dilaporkan secara medis berkhasiat menyembuhkan penyakit ginjal, paru-paru basah, anemia, anti inflamasi, dan mencegah arteriosklerosis serta penuaan jaringan tubuh. Di Korea dan Jepang, dinding tubuh (daging) dan organ dalam teripang juga dikonsumsi dengan acar, digoreng, atau dimakan mentah (Özer, 2004; Purcell, 2014). Di Indonesia, teripang juga telah dimanfaatkan sejak lama, terutama masyarakat di sekitar pantai sebagai bahan makanan. Sebagai bahan pangan, teripang mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dan rasanya lezat. Teripang