Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, 31 Juli 2021 e ISSN : 2774-1982 DOI : https://doi.org/10.47687/snppvp.v2i1.183 165 Pengaruh Waktu Pre Freezing terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Bali di UPTD IB Bengkulu Nur Jamiah Rangkuti 1* , Tatik Suteky 1 , Heri Dwi Putranto 1 1 Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu *Corresponding author: nurjamiahrangkuti27@gmail.com Abstrak Sapi Bali merupakan salah satu aset nasional yang cukup potensial untuk dikembangkan melalui inseminasi buatan (IB). Pada dasarnya kualitas semen cepat menurun dengan adanya bahan pengencer ataupun tanpa bahan pengencer. Untuk meminimalisir penurunan kualitas semen cair, maka diperlukan bahan pengencer yang mengandung komposisi yang sesuai dengan perbandingan yang tepat antara pengencer dengan semen. Selain pengencer, waktu Pre freezing juga mempengaruhi kualitas semen yang dibekukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu pre freezing terhadap kualitas semen beku sapi Bali di UPTD IB Bengkulu dengan parameter yang diamati motilitas, persentase hidup, dan abnormalitas spermatozoa. Penelitian ini menggunakan satu ekor sapi Bali berumur 5 tahun. Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 18 kali ulangan. Perlakuan T1= Pre freezing selama 5 menit, T2= Pre freezing selama 7 menit, T3= Pre freezing selama 9 menit, dan T4= Pre freezing selama 11 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), apabila hasil analisis berpengaruh nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap motilitas spermatozoa, persentase hidup, dan abnormalitas spermatozoa (P>0,05). Pemeriksaan semen segar secara makroskopis dan mikroskopis layak untuk diproses menjadi semen beku. Meskipun tidak adanya pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati, motilitas tertinggi diperoleh pada perlakuan T4 (waktu pre freezing selama 11 menit), persentase hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan T3 (waktu pre freezing selama 9 menit), dan abnormalitas yang rendah terdapat pada perlakuan T3 (waktu pre freezing selama 9 menit). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa waktu pre freezing yang berbeda (5, 7, 9, dan 11 menit) tidak mempengaruhi motilitas, persentase hidup, dan abnormalitas spermatozoa. Kata kunci: Kualitas semen beku, Pengencer, Sapi bali, Waktu pre freezing Abstract Bali cattle are one of the national assets with potential to be developed through artificial insemination (IB). Basically, the quality of cement decreases rapidly in the presence of diluents or without diluents. To minimize the decrease in the quality of liquid cement, it is necessary to use a diluent containing an appropriate composition with the right ratio of diluent to cement. In addition to diluent, pre freezing time also affects the quality of frozen semen. This study aimed to evaluate the effect of pre freezing time on the quality of frozen semen of Bali cattle at UPTD IB Bengkulu with the parameters observed were motility, survival percentage, and spermatozoa abnormalities. This study used one 5 year old Bali cattle. Completely Randomized Design with 4 treatments and 18 replications. Treatment T1= Pre freezing for 5 minutes, T2= Pre freezing for 7 minutes, T3= Pre freezing for 9 minutes, and T4= Pre freezing for 11 minutes. The data obtained were analyzed using variance (ANOVA), if the results of the analysis had a significant effect (P <0.05), then continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the treatment had no significant effect on spermatozoa motility, survival percentage, and spermatozoa abnormalities (P>0.05). Macroscopic and microscopic examination of fresh semen is feasible to be processed into