63 Jurnal Kedokteran Syiah Kuala ISSN: 1412-1026 Volume 20, Number 2, Agustus 2020 E-ISSN: 25500112 Pages: 63-66 DOI: https://doi.org/10.24815/jks.v20i2.18496 Gambaran imunohistokimia CD40 aorta jantung tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi minyak jelantah Fani Nuryana Manihuruk, Gusbakti Rusip, Esther R. D. Sitorus, M. Ichwan Fakultas Kedokteran - Universitas Sumatera Utara, Medan Email: faninuryanamanihuruk@yahoo.com Abstrak: Aterosklerosis adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian diawali inflamasi pembuluh darah oleh hiperlipidemia. Pemakaian minyak jelantah menyebabkan peningkatan asam lemak trans, asam lemak bebas dan radikal bebas sehingga memicu terjadinya aterosklerosis. Salah satu biomarker aterosklerosis adalah CD40. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran imunohistokimia CD40 pada aorta jantung tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi minyak jelantah. Penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan randomize post-test only control group design. Jumlah sampel adalah 12 ekor tikus Wistar jantan sehat, umur 3-4 bulan dan berat 150-200 gram, dibagi menjadi 4 kelompok. K0(diet normal), K1(5 kali penggorengan), K2(10 kali penggorengan), K3(15 kali penggorengan) selama 60 hari dan menghitung score CD40. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh adanya perbedaan yang bermakna antara keempat kelompok perlakuan (p<0,05). Gambaran imunohistokimia CD40 pada K3(15 kali penggorengan) lebih tinggi dibandingkan K1 (5 kali penggorengan) dan K2 (10 kali penggorengan). Minyak jelantah dapat meningkatkan CD40 yang memicu aterosklerosis. Kata kunci: Aterosklerosis, minyak jelantah, CD40 Abstract: Atherosclerosis is a chronic disease that cause death and begins inflammation of blood vessel by hiperlipidemia. It is associated with increased trans fatty acids, free fatty acids, and free radical compounds due consumption of deep frying oil that can trigger atherocslerosis. One of the biomarkers of atherosclerosis is CD40. The purpose of this study was to determine immunohistochemical images of CD40 in aorta of male Wistar rat (Rattus norvegicus) induced by deep frying oil. This research is true experimental with randomize post-test only control group design. The experimental animals were 12 healthy male Wistar rats age 3-4 month and weight between 150-200g. Male wistar rat were randomly divided into 4 group. Group K0 (control) was given standart diet, group K1 was given orally deep fried oil 5 times, group K2 was given orally deep fried oil 10 times, group K3 was given orally deep fried oil 15 times for 60 day. The Imunohistochemical examination assessed score of CD40. The Kruskal-Wallis test showed that imunohistochemical of CD40 were significantly different among the four groups (p<0,05). Imunohistochemical of CD40 in group K3(deep fried 15 times) is higher than group K1(deep fried 5 times) and K2(deep fried 10 times). Deep frying oil inceased that mount of CD40 and induced risk of aterosclerosis. Keywords: Atherosclerosis, deep frying oil, CD40 Pendahuluan Penyakit kardiovaskular sampai saat ini merupakan penyakit yang banyak menyebabkan kematian. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh aterosklerosis. Di Indonesia, terjadinya perubahan gaya hidup yang meniru masyarakat barat serta pola makan yang tidak sehat dan tinggi kolesterol. 1,2 Saat ini angka kematian akibat penyakit jantung koroner menduduki peringkat ke-3 dari penyebab kematian. Dalam satu tahun terdapat 500.000 kasus baru dan 125.000 orang meninggal karena aterosklerosis. 3 Prevalensi hiperlipidemia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 tercatat sebesar 35,1% kemudian pada tahun 2013 meningkat menjadi 35,9%. 4 Semakin tinggi prevalensi hiperlipidemia, maka akan semakin meningkat insiden aterosklerosis yang berdampak terhadap kematian. 5 Aterosklerosis adalah salah satu penyebab utama kematian yang melibatkan proses inflamasi dinding pembuluh darah oleh hiperlipidemia. Komplikasi serius dari aterosklerosis dapat menyebabkan kejadian kardiovaskular seperti infark miokard dan stroke disebabkan oleh rusaknya lapisan sel endotel atau ruptur plak. 6,7,8,9 Proses aterosklerosis diawali adanya kerusakan atau injury lapisan endotel yang diikuti peningkatan permeabilitas sel endotel, peningkatan pengeluaran molekul adhesi pada permukaan sel endotel dan produksi sitokin inflamasi. Sel monosit dan sel limfosit T akan migrasi melalui lapisan endotel yang rusak ke dalam intima yang kemudian akan berdiferensiasi menjadi sel makrofag. Sel makrofag tersebut memfagositosis LDL yang teroksidasi atau ox-LDL sehingga berubah menjadi sel busa atau foam cell, yang