569 | Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitan dan Pendidikan dan Pembelajaran Vol.4, No.2a (April 2020): 569-574 PEMBELAJARAN MUSIK ANGKLUNG MELALUI METODE HAND SIGN KODALY PADA SISWA TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI CIAMIS Ade Ani Sunartin Prodi Sendratasik FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Jln. Tamansari no. KM 2,5 Tasikmalaya Email: adeanisunartin09@gmail.com Denden Setiaji Prodi Sendratasik FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Jln. Tamansari no. KM 2,5 Tasikmalaya Email: denden@umtas.ac.id ABSTRACT The purpose of this study is this study aims to obtain data that are naturalistic and factual about learning Angklung music through the method of hand sign kodaly on deaf students in foreign schools in Ciamis. The data collection is done by observation, interviews, documentation, literature studies, data processing is done by compiling learning plans, learning steps, and the results of changes from the methods implemented. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Angklung music learning is an activity in learning that contains elements of developing students' basic skills in the field of music including intellectual, emotional, social, perceptual, physical, creativity, as well as having local wisdom values. Based on the analysis of angklung music learning through the Kodaly hand sign method, it turned out to be effectively applied in the Ciamis special foreign school, with very good student assessments of 50% or 10 students, 30% good students or 5 students, 20 sufficient students % or 4 students, and less students namely 10% or 1 student. Data obtained from this study in addition to the effectiveness of the method is also the author sees the ability of teachers to convey learning methods, the data is taken from observations of each meeting in class held in 4 meetings. So it can be concluded that the learning method used by the teacher in conveying angklung music material to deaf students is including the method of using the Indonesian signaling system (SIBI) and the Kodaly hand sign method. Keywords: angklung music learning, Kodaly hand sign, deaf students ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data data yang bersifat naturalistik dan factual tentang Pembelajaran musik angklung melalui metode hand Sign kodaly pada siswa tunarungu di sekolah luar biasa negeri Ciamis. Pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, pengolahan datanya dilakukan dengan cara menyusun perencanaan pembelajaran, langkah langkah pembelajaran, serta hasil perubahan dari metode yang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pembelajaran musik angklung ini merupakan kegiatan dalam pembelajaran yang mengandung unsur pengembangan kemampuan dasar siswa di bidang musik meliputi kemampuan intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisik, kreatifitas serta memiliki nilai nilai kearifan lokal. Berdasarkan hasil analisis pembelajaran musik angklung melalui metode hand sign Kodaly, ternyata efektif diterapkan di sekolah luar biasa negeri Ciamis, dengan penilaian siswa didik sangat baik yaitu 50% atau 10 orang siswa, siswa didik baik 30% atau 5 orang siswa, siswa didik cukup 20% atau 4 orang siswa, dan siswa didik kurang yaitu 10% atau 1 orang siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini selain keefektifan metode juga penulis melihat kemampuan guru dalam menyampaikan metode pembelajaran, data tersebut diambil dari pengamatan setiap pertemuan di kelas yang diadakan dalam 4 pertemuan. Maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan materi musik angklung pada siswa tunarungu yaitu diantaranya dengan metode menggunakan sistem isyarat bahasa Indonesia (SIBI) dan metode hand sign Kodaly. Kata Kunci: pembelajaran musik angklung, hand sign Kodaly, siswa tunarungu. A. PENDAHULUAN Pendidikan budaya bisa menciptakan lingkungan belajar yang mengintegrasi pada proses pembelajaran yang mampu memahami konsep ilmu pengetahuan dalam bentuk pemikiran yang berkembang. Pendidikan budaya sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah formal karena dinilai bermanfaat terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik untuk memberikan pengalaman estetika, kegiatan berekspresi, berkreasi dan berapresiasi juga berprestasi melalui pendekatan belajar dengan seni. Pendidikan seni merupakan segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif, ekspresi siswa dalam mewujudkan kegiatan berkesenian. Pendidikan Seni memiliki peranan penting dalam pembentukan pribadi peserta didik dengan memperlihatkan kebutuhan perkembangan siswa dalam mencapai multi kecerdasan. Mata pelajaran seni budaya yang didalamnya memuat seni musik. Seni tari, seni rupa, dan teater yang merupakan salah satu mata pelajaran yang bisa membantu mengembangkan pengetahuan dan kreativitas siswa untuk membentuk kepribadian yang memiliki nilai