405 Jurnal Indonesia Sosial Teknologi: p–ISSN: 2723 - 6609 e-ISSN : 2548-1398 Vol. 1, No. 5 Desember 2020 PENGARUH TINGKAT SALINITAS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI (LITOPENAEUS VANNAMEI) YANG DIABLASI Mutiara Salsabiela Akademi Minyak dan Gas Balongan Email: mutiara.akamigas@gmail.com Abstract Salinity is one of the water quality parameters which has an important role in the survival and growth of L. vannamei. Salinity plays a role in the osmoregulation and molting processes in shrimp. In broad salinity (euryhaline), shrimp growth will be disturbed because the osmoregulation process is disturbed. The presence of osmolarity disturbances causes the energy used for growth activities to decrease, thereby reducing the growth rate. Therefore, optimal salinity is needed to support the growth of diablated shrimp. This study aims to examine the effect of different salinity levels on the growth ofvannamei shrimp L. the ablated. This research was conducted for 60 days. This study used an experimental laboratory method with a Systematic Randomized Design (RAS) with 4 treatments and 3 replications for each treatment. Data were analyzed by ANOVA. Meanwhile, the difference in effect between treatments was obtained through the Duncan 3 multiple region test. The results showed that the various levels of salinity of the isoosmotic media at various molting phases had an effect (p <0.05) on daily growth rates. The best value of daily growth rate (before and after death) was in S3 treatment (25 ± 1 ppt) (close to the final / premolt intermolt isoosmotic) with SGR of 1.17%. Keyword : Salinity, Osmoregulation, Growth, L. Vannamei, Ablation. Abstrak Salinitas adalah salah satu parameter kualitas air yang memiliki peranan penting dalam kelulushidupan dan pertumbuhan L. Vannamei. Salinitas berperan dalam proses osmoregulasi dan molting pada udang. Pada salinitas yang luas (euryhaline) pertumbuhan udang akan terganggu dikarenakan proses osmoregulasinya terganggu. Adanya gangguan osmolaritas menyebabkan energi yang digunakan untuk aktivitas pertumbuhan menurun, sehingga menurunkan laju pertumbuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan salinitas optimal untuk mendukung pertumbuhan udang yang diablasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat salinitas berbeda terhadap pertumbuhan udang vannamei L. vannamei yang diablasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratories dengan Rancangan Acak Sistematis (RAS) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan pada tiap perlakuannya. Data dianalisis dengan ANOVA. Sementara itu, perbedaan pengaruh antar perlakuan dipeloleh melalui uji wilayah ganda Duncan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai tingkat salinitas media isoosmotik pada berbagai fase molting memberikan pengaruh (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan harian. Nilai terbaik laju pertumbuhan harian (sebelum dan setelah mengalami