PENGEMBANGAN TEKNIK KULTIVASI Spirulina sp. SEBAGAI SUMBER BIOMASSA ENERGI TERBARUKAN DALAM FOTOBIOREAKTOR AIRLIFT The Development of Spirulina Sp. Cultivation Technique as A Renewable Energy Biomass Source in The Airlift Fotobioreactor Fifin Hindarti dan Endah Ayuningtyas Institut Teknologi Yogyakarta Email: viendarti@ity.ac.id, EndahA25@gmail.com Abstract The development of technology for the use of natural resources as fuel is increasing. One of them is the research of third generation biodisel. This technology utilizes microalgae as an environmentally friendly raw material which is also a renewable energy source for oil. Biodiesel from microalgae especially Spirulina sp. is one of the energy sources that can replace conventional diesel fuel which has potential for high lipid content. This study aims to develop a microalgae cultivation technology in an airlift photobioreactor by adjusting the light intensity of the LED lamp to obtain an optimal growth rate and increase the biomass production of Spirulina sp. The research was conducted on an intermediate scale using an airlift type photobioreactor with varying light intensity, namely 1600 lux, 2200 lux, and 3200 lux. Each treatment was carried out three times for 14 days. Measurement of biomass weight was calculated using the gravimetric method, by taking samples every 7 days. Based on the data obtained, the application of different light intensities to the spirulina sp. cultivation system will have an effect on th the final result in harvesting day 14 , specifically the weight of the biomass produced. The average th yield of biomass on day 14 with the best results was obtained at light intensity of 1600 as much as 623 mg / 100 ml. Keywords: biodisel, light intensity, microalgae, Spirulina sp. Abstrak Pengembangan teknologi pemanfaatan sumber daya alam sebagai bahan bakar semakin meningkat. Salah satunya adalah penelitian biodisel generasi ketiga. Teknologi tersebut memanfaatkan mikroalga sebagai bahan baku minyak yang ramah lingkungan dan merupakan sumber energi yang bisa diperbaharui. Biodisel dari mikroalga menjadi salah satu sumber energi yang mampu menggantikan bahan bakar diesel konvensional Mikrolaga yang memiliki potensi kandungan lipid yang tinggi salah satunya adalah Spirulina sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi kultivasi mikroalga di dalam fotobioreaktor airlift dengan pengaturan intensitas cahaya dari lampu LED untuk memperoleh laju pertumbuhan yang optimal dan peningkatan hasil produksi biomassa Spirulina sp. Penelitian dilakukan pada skala intermediate menggunakan fotobioreaktor tipe airlift dengan memvariasi intensitas cahaya, yaitu 1600 lux, 2200 lux, dan 3200 lux. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan selama 14 hari. Pengukuran bobot biomassa dihitung menggunakan metode gravimetri, dengan mengambil sampel setiap 7 hari sekali. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa pemberian intensitas cahaya yang berbeda pada sistem kultivasi spirulina sp akan memberikan pengaruh terhadap hasil akhir (pemanenan hari ke-14) yaitu berupa bobot biomassa yang dihasilkan. Hasil rata-rata perolehan biomassa pada hari ke-14 dengan hasil terbaik diperoleh pada intensitas cahaya 1600, sebanyak 623 mg/ 100 ml. Kata kunci: biodisel, intensitas cahaya, mikroalga, Spirulina sp. Pengembangan Teknik Kultivasi ................ ( ) 17 Fifin Hindarti dan Endah Ayuningtyas Diterima: 28 April 2020; Diperiksa: 5 Mei 2020; Revisi: 22 Mei 2020; Disetujui: 9 Juni 2020 1. PENDAHULUAN Sebagain besar aktifitas manusia mengandalkan bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil merupakan sumber energi yang tak terbarukan (non- renewable energy). Tiga bahan bakar fosil yang dimaksud adalah minyak bumi, batu bara dan gas alam. Penggunaan minyak bumi, batu bara dan gas alam sebagai sumber energi masih menjadi prioritas utama di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Dalam keterangan pada buku Outlook Energi Indonesia 2018, yang disusun oleh BPPT menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan konsumsi energi terbesar di kawasan Asia Tenggara dan urutan kelima di Asia