Al-Fikr : Jurnal Pendidikan Islam Vol.6, No.1, Juni 2020, h. 10~16 ISSN 2088-690X 10 Journal homepage: http://jurnal.tarbiyah.stainsorong.ac.id/index.php/alfikr BELAJAR BERSAMA COVID 19: Evaluasi Pembelajaran Daring Era Pandemi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, Papua Barat Agus Yudiawan 1) 1 Jurusan Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Sorong Email. agusyudiawan@stainsorong.ac.id Abstract This research aims to encourage the implementation of bold learning in the State Islamic Higher Education since the covid-19 outbreak. The research method uses the CIPP evaluation model developed by Stufflebeam. The number of samples is set at 263 at a 5% margin of error. Data was collected through an open survey technique with questionnaire-assisted instrument form Google. Analysis data is used as quantitative descriptive. The results of the study showed that the implementation of bold learning had been carried out well amid the co-19 pandemic. Context indicators, inputs, processes, and average production are in the good category. Interesting finding is students as learning objects of financial difficulties in fulfilling network access. The conclusion is a bold learning model that is quite effective and can be used as a learning medium accompanied by Pandemic. In addition, as an agreement, an immediate policy on education costs must be carried out which is the impact of co-19. Keywords: Evaluation, Online Learning, Covid-19 1. PENDAHULUAN Sejak dideklarasikannya corona virus disease 2019 (Covid-19) sebagai wabah nasional pada 11 Maret 2020, model pembelajaran di pendidikan tinggi mulai melakukan adaptasi, diantaranya melalui system daring. Pembelajaran daring dilakukan sebagai pilihan stategis dalam memutus penyembaran wabah covid-19 di Pendidikan tinggi. Menteri Agama dalam keputusanya ditegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan harus mempertimbangkan kesehatan dengan mengedepankan pelayanan pendidikan secara daring, (Amin, 2020). Jadi pembelajaran daring memungkinkan pembelajaran dilakukan tanpa bertemu fisik dan berjarak, (Henderson, 2003) dengan menggunakan akase internet yang baik, (Clark, R. C. & Mayer, 2003). Hal ini relevan dengan pencegahan penyebaran covid-19 melalui social distancing dan fisikal distancing, (GTPPCovid-19, 2020). Sejauh ini, studi tentang pembelajaran daring diera covid-19 memiliki dua kecenderungan. Pertama, kajian tentang implementasi pelaksanaan pembelajaran daring, (Anhusadar, 2020); (Elyana, 2020); (Agus Susilo, 2020); (Suyono, 2020); (Gunawan & Fathoroni, 2020); dan (Firman & Rahayu, 2020). Kedua, mengkaji persoalan dampak dari kebijakan pelaksanaan pembelajaran daring, (Latip, 2016); (Juanda, 2014); (Abdul Latip, 2020); dan (Windhiyana, 2020). Dari kedua pola kecenderungan tersebut, evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran daring belum dilakukan secara komperhensif. Padahal evaluasi merupakan bagian yang harus ada dalam pelaksanaan kegiatan atau program dalam memastikan tujuan sesuai standar, (Stufflebeam dan Shinfield, 1985); (G.F, Madaus., M.S Scriven., and D.L, 1993); dan (Gronlund, N. E., & Robert, 1991). Tulisan ini ditujukan untuk melengkapi, kekurangan dari studi yang ada dengan cara mengevaluasi seksama, pelaksanaan pembelajaran daring pada Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri sejak adanya wabah. Digunakan model evaluasi program model CIPP dengan komponen context, input, process, dan produc dengan tujuan perbaikan, (Stufflebeam dan Shinfield, 1985); dan (G.F, Madaus., M.S Scriven., and D.L, 1993). Diterima 27 Mei 2020 Revisi 07 Juni 2020 Disetujui 26 Juni 2020