e-ISSN:2528-66510;Volume 3;No.2(June,2018): 19-25 Jurnal Human Care 19 DIVERSITY IN MAIN DISHES PREVENTS CHILDREN FROM COMPOSITE INDEX OF ANTHROPOMETRIC FAILURE (CIAF) Welly Femelia 1 , Sukarsi Rusti 2 , Zainal Abidin 3 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, STIKes Fort De Kock Bukittinggi 1,2,3 email:b3.w3ll@gmail.com 1 , rustiuci@gmail.com 2 Submitted: 28-11-2018, Reviewer: 02-01-2019, Accepted: 10-04-2019 ABSTRACT Background: Malnutrition that occurs in early period of life caused the vulnerable to diseases, cognitive disorder and failed to thrive. Failed to thrive decide from the result of anthropometric measurement. Failed to thrive happened when the result of measuring indicate a problem. If the problem showed in two or more index, it is called CIAF. In Indonesia one of two children had CIAF (51,4 %). Cities in Indonesia use only a single index of anthropometry so the data of CIAF is not available. Objective: the objective of the study was to find the association of food diversity with the incidence of CIAF. Method: cross – sectional design applied in this study with the number of sample were 267 children aged 2 – 5 years. Result: there were 23,6% children suffered from CIAF and generally consume the same type of food everyday. There was a significant association between diversity in main food consumption with the incidence of CIAF (p = 0,034). It means children who consume diversity main food everyday protected from CIAF compared to the children who eat the same main food each day (OR = 2). Conclusion: main food diversity prevents the children from CIAF. The mother expected to provide diversity source for the main dishes everyday (other than rice) such as bread or potato. For the health institutions, suggested to increase the education about the variaty of food processing towards so that the children could escape from the boredom. Keywords: CIAF, food diversity, nutrition ABSTRAK Latar Belakang: Malnutrisi yang terjadi pada masa awal kehidupan mengakibatkan anak rentan terhadap penyakit, gangguan kognisi dan gagal tumbuh. Gagal tumbuh dapat dilihat dari hasil pengukuran antropometri pada anak. Anak dinyatakan gagal tumbuh jika hasil pengukuran pada salah satu indeks antropometri bermasalah. Hasil pengukuran yang bermasalah pada lebih dari satu indeks antropometri dianggap sebagai kegagalan antropometri gabungan/Composite Indeks of Anhtropometric Failure (CIAF)di Indonesia satu dari dua anak mengalami CIAF (51,4%). Di kota Bukittinggi belum dilakukan pengukuran yang sama sehingga data yang tersedia hanya data konvensional (dengan analisis satu indeks antropometri). Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan keragaman makanan balita dengan kejadian kegagalan antropometri gabungan (CIAF). Metode: penelitian ini menggunakan desain potong – lintang dengan jumlah sampel 267 balita berusia 2 – 5 tahun. Hasil: terdapat 23,6% balita mengalami CIAF dan sebagian besar tidak mengonsumsi makanan pokok, sumber protein, sayur dan buah serta makanan pendukung pertumbuhan secara beragam. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,034) antara konsumsi makanan pokok beragam dengan kejadian CIAF. Balita yang mengonsumsi makanan pokok beragam terlindungi dari CIAF sebesar 1,9 kali. Kesimpulan: mengonsumsi makanan pokok yang bervariasi dapat melindungi anak dari CIAF. Diharapkan kepada ibu agar memvariasikan makanan harian anak (selain nasi) dengan roti atau kentang. Kepada instansi kesehatan diharapkan agar meningkatkan edukasi tentang cara mengolah makanan anak sehingga menu yang bervariasi dapat menghindarkan anak dari kebosanan. Kata Kunci:CIAF, gizi, keragaman makanan