BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.1 No. 4, October 2020, pp. 293-299 DOI: https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.378 e-ISSN: 2721-9135 p-ISSN:2716-442X 293 STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BUKIT SULISTIYO DI DESA KALITENGAH Mukhlis, Ervina Eka Subekti, Khusnul Fajriyah, Muhammad Agung Universitas PGRI Semarang Jalan Dr. Sidodadi Timur No 24_Dr. Cipto Semarang vina140310@gmail.com Abstract One alternative in the effort to reduce poverty in rural areas, especially in Central Java Province is the development of tourist villages. Kalitengah Village has abundant potential natural resources in the form of Feldspar sand. The benefit of the natural resources cannot be felt by the community because Feldpar sand is directly sold to investors to be sent to the kramik factory in Jakarta. Various other potential commodities are cassava, papaya, banana, jackfruit and catfish which are sold without processing so that the selling value is low. In this village there is also a tourist magnet of the tomb of Mr. Dr.H. Sulistiyo, M.Pd who is an Education figure. Kalitengah Village residents do not have enough knowledge and skills to develop creative industries that support the development of tourist villages. Therefore there is a need for community empowerment efforts by providing training and assistance in the creative industries so that it can increase the selling value which in turn can improve the economy there. Program Strategies implemented in community empowerment through the development of village tourism evidence Sulistiyo include: forming a Guidance Tourism (GT) group, providing tourism education for GT groups, training in making souvenirs with basic materials sand feldspar, Training to agriculture products to increase the selling price, P-IRT. Keywords: Community Empowerment, Tourism Village, Bukit Sulistyo Abstrak Salah satu alternative dalam upaya mengentaskan kemiskinan di daerah pedesaan terutama di Provinsi Jawa Tengah adalah dengan pengembangan desa wisata. Desa Kalitengah memiliki sumber daya alam potensial yang melimpah berupa pasir felspar. Kekayaan sumber daya alam tersebut belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena pasir felspar langsung dijual pada investor untuk dikirim ke pabrik kramik di Jakarta. Berbagai komoditi potensial lainnya adalah singkong, pepaya, pisang, nangka dan ikan lele yang dijual tanpa pengolahan sehingga nilai jualnya rendah. Di Desa ini juga terdapat magnet wisata makam Bapak Dr.H. Sulistiyo, M.Pd yang merupakan tokoh Pendidikan. Warga Desa Kalitengah tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mengembangkan industri kreatif yang menunjang pengembangan desa wisata. Oleh karena itu perlu adanya upaya pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan dan pendampingan industri kreatif sehingga bisa meningkatkan nilai jual yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian di sana. Strategi Program yang dilaksanakan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata bukt sulistiyo antara lain : membentuk kelompok Guidance Tourism (GT) , pemberikan pendidikan wisata bagi kelompok GT, Pelatihan membuat cinderamata dengan bahan dasar pasir felspar, Pelatihan membuat makanan olahan dari hasil pertanian untuk meningkatkan harga jual, dan Pendampingan perinjinan P-IRT. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat, desa wisata, bukit sulistyo Submitted: 2020-08-05 Revised: 2020-08-28 Accepted: 2020-09-18