2-TRIK: Tuna s-Tuna s Rise t Ke se ha ta n, Vo lume 11 No m o r 1, Fe b rua ri 2021 p-ISSN 2089-4686 e-ISSN 2548-5970 21 http :/ / 2trik.jurna le le ktro nik.c o m / ind e x.p hp / 2trik DOI: http://dx.doi.org/10.33846/2trik11105 Studi Kasus Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Preeklampsia Berat di RSUD Ciamis Heni Heryani Prodi D3 Kebidanan, STIKes Muhammadiyah Ciamis, heryaniheni05@gmail.com (koresponden) ABSTRACT One of the main causes of maternal mortality is severe preeclampsia. Severe absorption is an increase in blood pressure and proteinuria that occurs after 20 weeks of gestation. If severe preeclampsia is not treated quickly and precisely, it can turn into eclampsia. The purpose of this study was to provide an overview of the midwifery care of maternity women with severe preeclampsia at Ciamis Regional Hospital. The research method used was descriptive qualitative with a case study approach. The subjects in this study were Mrs. E, 32 years old with severe preeclampsia. This research was conducted from 5 to 6 March 2020 at Ciamis Hospital. The results of research on Mrs. E age 32 years G2P1A0 37 weeks of active phase 1 labor with severe preeclampsia of live single fetus. Handling carried out on Mrs. E has been carried out in accordance with the care plan that has been made. Midwives carry out midwifery care in accordance with midwifery care standards starting from assessment, formulation of midwifery diagnoses or problems, planning, implementation and evaluation. Keywords: maternity; severe preeclampsia ABSTRAK Salah satu penyebab utama dari angka kematian ibu adalah preeklamsia berat. Preeklampsia berat adalah peningkatan tekanan darah dan proteinuria yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Jika preeklampsi berat tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat maka hal ini dapat berubah menjadi eklampsia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Preeklampsia Berat di RSUD Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Ny. E umur 32 tahun dengan Preeklampsia Berat (PEB). Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 5 sampai dengan 6 maret 2020 yang bertempat di RSUD Ciamis. Hasil penelitian pada Ny. E umur 32 tahun G2P1A0 37 minggu persalinan kala 1 fase aktif dengan Preeklampsia Berat (PEB) janin tunggal hidup, Penanganan yang dilakukan pada Ny. E telah dilakukan sesuai dengan rencana asuhan yang telah dibuat. Bidan melakukan asuhan kebidanan sesuai dengan standar asuhan kebidanan mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Kata kunci: ibu bersalin; preeklamsia berat PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan pada saat ini di Indonesia masih memprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak terutama pada kelompok yang rentan terhadap kesehatan, yaitu ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi pada masa perinatal. Hal Ini ditandai dengan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Menurut World Health Organization (WHO), setiap hari 830 ibu di dunia (di Indonesia 38 Ibu, berdasarkan AKI 305 per 100.000 KH) meninggal akibat penyakit/komplikasi terkait kehamilan dan Persalinan. Sedangkan menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015, AKI mencapai 102 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH). Penyebab utama dari kematian ibu tersebut adalah kira-kira 75% disebabkan karena perdarahan, infeksi, preeklampsi, partus lama dan aborsi tidak aman. (1-3) Preeklampsi adalah gangguan yang terjadi pada kehamilan, didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah dan proteinuria yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Preeklampsia digolongkan ke dalam preeklampsia ringan dan preeklampsia berat, dengan gejala untuk preeklampsia ringan tekanan darah ≥140 mmHg pada usia kehamilan di atas 20 minggu dan protein urin +1. Sedangkan untuk preeklampsia berat ditandai dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu dan proteinuria ≥2+. (4) Penyebab terjadinya preeklampsia sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang berpengaruhi yaitu primigravida dan multigravida, usia ibu yang ekstrim yaitu di bawah 20 tahun dan lebih dari 35 tahun, Riwayat keluarga pernah preeklampsia/eklampsia, penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil, obesitas, diabetes melitus, dan penyakit trofoblas. (5) Pada umumnya timbul preeklampsia dapat dicegah dengan usaha-usahanya yaitu, meningkatkan jumlah balai pemeriksaan ibu hamil dan mengusahakan agar semua wanita hamil memeriksakan dini sejak hamil muda, mencari pada tiap pemeriksaan tanda-tanda preeklampsia dan mengobatinya segera ditemukan tanda-tanda preeklampsia dan eklampsia, dan mengakhiri kehamilan sedapat-dapatnya pada kehamilan minggu ke atas apabila dirawat tanda-tanda preeklampsia tidak juga dapat hilang. (6) Penanganan preeklampsia perlu dilaksanakan secara tepat guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Setiap tahunnya terdapat 76.000 wanita meninggal dan 500.000 kematian bayi akibat preeklamsia. Di Amerika