Jurnal Ilmiah INOVASI, Vol. 17 No. 3 Edisi September- Desember 2017, ISSN 1411-5549 132 Pemanfaatan Tumpi Jagung Fermentasi pada Penggemukan Domba Jantan Ekor Gemuk The utilization of tumpi corn fermentation on fattening the male sheep Suci Wulandari 1 , Hariadi Subagja 2 , Siti Mutmainnah 3 Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember, Jl. Mastrip PO BOX 164, Jember 1 suci_ndariwulan@yahoo.com 2 hariadisubagja@gmail.com 3 mutmainnah.atnk@gmail.com Abstract This study aims to examine the use of fermented corn tumpi on the fat tail sheep fattening and sheep production performance which includes the consumption of feed dry matter (DM), daily weight gain, and feed conversion. The study consisted of three treatments, namely, control diet without tumpi corn fermentation (P0), feed containing 30% tumpi fermentation (P1), and feed containing 60% tumpi corn fermentation(P2). Replicates at each treatment consists of three sheep. The method used in this study is completely randomized design (CRD) using analysis of variance (ANOVA) and significantly different results in a further test using the least significant difference test (LSD). The results showed that the use of fermented corn tumpi are not significantly different (P> 0.05) on dry matter intake. But the use of fermented corn tumpi significantly different (P <0.05) on daily weight gain and feed conversion. Average daily weight gain was the highest in P1 of 140.47 grams / head / day. Keywords : Sheep, fattening, tumpi corn fermentation I. PENDAHULUAN Domba merupakan ternak ruminansia kecil yang banyak dipelihara dan dikenal oleh masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Populasi domba pada tahun 2012 yaitu 13.42 juta ekor mengalami peninngkatan 13.82% dari tahun 2011 sebesar 11.79 juta ekor, populasi domba mengalami peningkatan yang di bilang lambat setiap tahunnya (Ditjennak, 2013). Hal yang menyebabkan lambatnya peningkatan populasi domba yaitu pemeliharaan, pakan, dll. Sistem pemeliharaan domba kebanyakan secara tradisionalyaitu domba banyak di pelihara oleh masyarakat pedesaan sebagai usaha sambilan. Domba yang banyak di pelihara masyarakat adalah domba lokal salah satunya, yaitu domba ekor gemuk(DEG). Domba ekor gemuk (DEG) pada umumnya tersebar di Jawa Timur dengan daya adaptasi yang sangat baik terhadap berbagai lingkungan, terutama di daerah beriklim kering (Purbowati, 2009). Akhir akhir ini penggemukan domba mulai diminati oleh masyarakat, faktor yang menentukan penggemukan domba terletak pada kualitas dan kuantitas pakan. Pakan adalah salah satu kebutuhan pokok domba yang harus terpenuhi agar domba dapat tumbuh dan bertahan hidup. Pakan utama domba adalah hijauan, tetapi akhirakhir ini ketersediaan hijauan mulai terbatas. Keterbatasan hijauan disebabkan karena keterbatasan lahan pengembalaan dan penyediaan hijauan pakan ternak yang mulai beralih fungsi dari lahan produktif menjadi lahan pemukiman dan kawasan industri.Oleh karena itu, perlu pakan alternatif sebagai pengganti hijauanyaitu dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang berupa limbah pertanian. Pemanfataan limbah pertanian merupakan upaya untuk mengatasi masalah pakan ternak dan dapat menjadi pakan pengganti hijauan. Selain itu ketersediaan limbah pertanian cukup melimpah dan harganya relatif murah. Limbah pertanian memiliki kekurangan, yakni memiliki kandungana nutrisi yang rendah seperti kandungan N yang rendah dan kandungan selulosa yang tinggi. Akan tetapi terdapat beberapa limbah pertanian yang memiliki potensi yang cukup besar besar yaitu salah satunya tumpi jagung (Wahyono dan Hardiyanto, 2004). Tumpi jagung adalah limbah dari hasil perontokan jagung pipilan yang ketersediaannya cukup kontinyu, tidak bersaing dengan manusia, dan harganya relatif murah. Pada musim panen raya jagung tumpi jagung kadang di buang karena