Volume 24 No. 1, Januari – Maret 2018 p-ISSN: 0852-2715 | e-ISSN: 2502-7220 Diterima pada: 31 Agustus 2017; Di-review pada: 2 Januari 2018; Disetujui pada: 25 Januari 2018 http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpkm/article/view/9840 522 PENGELOLAAN TATA AIR UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN TERPADU DI DESA LANGSAT PERMAI KECAMATAN BUNGA RAYA KABUPATEN SIAK Hapsoh 1 , Wawan 1 , Isna Rahma Dini 1* 1 Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Riau, Pekan Baru, Indonesia *Penulis Korespondensi : isnarahmadini19@gmail.com Abstrak Rendahnya produktivitas tanaman padi maupun hortikultura di desa Langsat Permai Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak salah satunya disebabkan karena belum tersedianya air yang cukup untuk budidaya tanaman sehingga perlu dilakukan pengelolaan tata air dengan pembuatan canal blocking untuk dapat dimanfaatkan pada tanaman padi maupun tanaman hortikultura di daerah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman padi maupun hortikultura apalagi pada saat musim kemarau. Oleh karena itu, dilakukan pendampingan melalui kegiatan IbDM pengelolaan tata air di Desa Langsat Permai Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Selain pengadaan air, peningkatan budidaya pertanian dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah jerami untuk dijadikan kompos dan pakan ternak sehingga dapat membentuk pertanian terpadu antara aspek pertanian dan peternakan. Strategi pendampingan dilakukan dengan berdiskusi secara langsung dengan kelompok tani mengenai dampak pembuatan canal blockingdan praktek langsung dalam pembuatan kompos dan pakan ternak. Melalui kegiatan ini sangat terlihat antusias masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan IbDM yang dilakukan melalui peningkatan motivasi masyarakat untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura serta lebih memanfaatkan jerami padi untuk kompos dan pakan ternak. Kata Kunci : canal blocking, jerami padi, kompos, pakan ternak Abstract The low productivity of rice crops and horticulture in Langsat Permai village, Bunga Raya subdistrict, Siak regency is caused by the lack of sufficient water for the cultivation of plants, so it is necessary to manage the water system by making canal blocking to be used in rice crops and horticultural crops in the area. This is done to meet the water needs in rice crops and horticulture especially during the dry season. Therefore, assistance is done through the activities of IbDM water management in the Village Langsat Permai District Bunga Raya Siak District. In addition to water supply, improved agricultural cultivation can be done by utilizing the waste of straw to be used as compost and animal feed so as to form an integrated agriculture between aspects of agriculture and livestock. Advisory strategy is conducted by discussing directly with farmer groups about the impact of canal blocking and direct practice in composting and animal feed. Through this activity is very visible enthusiastic community in the implementation of IbDM activities conducted through increased community motivation for the development of food crops and horticulture and more use of rice straw for compost and animal feed. Keywords: Canal Blocking, Rice Straw, Compost, Animal Feed 1. PENDAHULUAN Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang mengembangkan usaha perkebunan sawit jauh lebih banyak dibandingkan dengan pertanian tanaman pangan. Selama ini lahan yang tersedia di Provinsi Riau dikonversi menjadi lahan perkebunan. Hal ini disebabkan karena pola pikir masyarakat Riau yang menyatakan bahwa usaha perkebunan khususnya sawit lebih menguntungkan daripada tanaman pangan. Ini berkaitan dengan indeks pertanaman padi hanya satu kali dalam satu tahun (IP 100) sehingga dirasa kurang menguntungkan apabila mengembangkan tanaman pangan. Padahal kebutuhan pangan di Pekanbaru khususnya beras masih didatangkan dari Provinsi tetangga yaitu Sumatera Barat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mendorong masyarakat Riau di berbagai daerah untuk mengembangkan usaha pertanian pangan maupun hortikultura dibandingkan dengan usaha perkebunan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah Provinsi Riau sendiri.