Ella Yurika et al. Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 6, No. 2, (2020) 52-59 52 ORIGINAL ARTICLE PROFIL PENGETAHUAN ORANG TUA TERKAIT PENYAKIT CACINGAN DAN PROGRAM DEWORMING SERTA PERILAKU BERISIKO TERKENA CACINGAN PADA ANAK Ella Yurika, Ade Prima A. S., Nur Fauziah, Arianti Z.C, Naufal Farhan N., Irene Natasia L., Dinda Ayu M., Diona Eldytananda, Fiqi Ervianoer M., Alvina Dewi A., Rufiatid Darojatul F, Gesnita Nugraheni * Departemen Farmasi Komunitas, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Gedung Nanizar Zaman Joenoes Kampus C, Jl. Ir. Soekarno, Surabaya 60115, Indonesia E-mail: gesnita-n@ff.unair.ac.id ABSTRAK Angka cacingan pada anak usia 1-12 tahun di Surabaya masih terhitung banyak walaupun program Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) telah dilaksanakan. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah yang padat penduduk dengan warga yang pengetahuannya kurang dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian dilaksanakan untuk mengidentifikasi pengetahuan tentang cacingan dan program POPM serta perilaku berkaitan dengan faktor risiko cacingan. Penelitian ini merupakan cross-sectional study dengan survei menggunakan Interviewer-administered questionnaire pada penduduk yang memiliki anak berusia 1-12 tahun dan menetap di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya lebih dari tiga bulan dengan metode pengambilan data accidental sampling. Hasil survei dari 102 responden menunjukkan bahwa pengetahuan responden masih kurang dalam aspek mengenali gejala cacingan. Data hasil survei menunjukkan bahwa terdapat perilaku berisiko yang dilakukan oleh anak responden seperti tidak menggunakan alas kaki dan bermain di tanah sebanyak 34 (33,3%) dan 31 (30,4%) responden. Hasil Analisis Pearson Correlation menggunakan SPSS versi 22 menunjukkan adanya hubungan positif lemah antara pengetahuan dan perilaku menghindari cacingan ( r = 0,199; signifikansi = 0,044). Pengetahuan responden mengenai program deworming atau POPM cukup rendah dengan hanya 34 (33,6%) responden yang mengetahuinya. Peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat di daerah tersebut diperlukan agar angka infeksi cacingan pada anak dapat berkurang, salah satunya dengan penyuluhan dan pelatihan untuk hidup bersih dan sehat. Kata kunci: Pengetahuan, perilaku, cacingan, kecamatan Sawahan, anak ABSTRACT Although there was already Indonesian deworming program, in 2015, the prevalence of intestinal worm infection at children aged 1-12 years in Surabaya was still 36%. This infection was high in rural areas with low hygiene education. This study evaluated parents’ knowledge regarding intestinal worm infection and deworming program and practice in preventing intestinal worm infection. Cross-sectional study design was performed in this study using interviewer-administered questionnaire. Accidental sampling performed on 102 parents with children aged 1-12 years and stayed in Sawahan district for more than 3 months. This study found that knowledge about symptoms of intestinal worm infection was quite low. There were still risky behaviors on children such as not using footwear and playing on the soil ground in 34 (33.3%) and 31 (30.4%) answers respectively. The Pearson Correlation analysis showed a positive but weak correlation between knowledge and practice in preventing intestinal worm infection (r = 0.199; significance = 0.044). Less than half of respondents (33.6%) were familiar with the Indonesian deworming program. There was a need to improve knowledge and practice in the Sawahan district to prevent intestinal worm infection, that could be done in some ways such as education and training for a hygienic and healthy lifestyle. Keywords: Knowledge, practice, intestinal worm infection, Sawahan district, children