39 ANALISIS REDUKSI GENANGAN PADA SALURAN DRAINASE DI PESISIR KOTA PALU YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (Analysis Of Inundation Reduction In Drainage Channel At Coastal Palu City With Environmental Insight) Irenne Ismayanti Romadona 1 , Ussy Andawayanti 2 , Evi Nur Cahya 2 1 Mahasiswa Magister Sumber Daya Air, Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, Malang 2 Dosen Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang Email: irenne.romadona@gmail.com ABSTRAK: Kota Palu sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ketika musim penghujan tiba pada sebagian wilayahnya timbul genangan. Genangan diakibatkan oleh pembangunan yang kian pesat, sistem drainase bersifat konvensional, tingginya sedimentasi serta kondisi topografi di bagian pesisir yang cenderung datar. Alternatif penanggulangan genangan yang ditawarkan adalah dengan merehabilitasi saluran eksisting, merencanakan pemanenan air hujan (PAH), parit berorak serta kolam tampungan sementara yang dilengkapi pintu klep otomatis. Rehabilitasi dilakukan dengan menambah kedalaman saluran, dimana volume galian tidak terlalu besar karena muka air tanah cukup dangkal. Untuk PAH, kapasitas rain barrel bervariasi mulai dari 350 liter sampai 1050 liter serta dilengkapi sumur tampungan sementara. Pengkombinasian rehabilitasi saluran dan PAH, efektivitas reduksi genangan pada DTA 1 mencapai 93,5% dan DTA 2 mencapai 99,6%. Sedangkan parit berorak, ukuran tiap rorak menyesuaikan lebar saluran drainase. Efektivitas reduksi genangannya mencapai 81% pada DTA 1 dan 98,9% pada DTA 2. Rencana anggaran biaya untuk satu buah PAH antara Rp. 1.492.505,- sampai Rp. 2.692.505,- tergantung kapasitas rain barrel. Sedangkan parit berorak antara Rp. 556.000,- sampai Rp. 808.000,- tergantung ukuran rorak. Dari kedua alternatif, pengkombinasian rehabilitasi saluran, perencanaan kolam tampungan dan pintu klep otomatis serta perencanaan PAH dipilih karena efektivitas reduksi lebih besar serta perawatan PAH lebih mudah. Kata kunci: genangan, reduksi, PAH, drainase, parit berorak ABSTRACT: When the rainy season arrives inundation occurs in some areas in Palu, the capital city of Central Sulawesi. It’s due to rapid development, outdated drainage systems, high level of sedimentation and the topographic condition. Solutions to overcome the problem are rehabilitating existing drainage, rainwater harvesting, gully plug and temporary storage pond equipped with automatic valve door. Rehabilitation is done by increasing the depth of existing drainage. For rainwater harvesting, the rain barrels capacity varies from 350 - 1050 liters equipped with storage well. By combining the rehabilitation and rainwater harvesting, the effectiveness of inundation reduction in DTA 1 93,5% and in DTA 2 99,6%. For gully plug, each size of gully plug is set to fit the width of channel. The effectiveness of inundation reduction 81% in DTA 1 and 98,9% in DTA 2. The budget plan for rainwater harvesting between Rp. 1.492.505,- to Rp. 2.692.505,- depending on rain barrel capacity. For gully plug between Rp. 556.000,- to Rp. 808.000,- depending on the size of gully plug. Combination of rehabilitation, temporary storage pond equipped with automatic valve door also rainwater harvesting was chosen because the effectiveness of greater reduction and maintenance of rainwater harvesting was much easier. Keywords: inundation, reduction, rainwater harvesting, drainage, gully plug Sebagai salah satu kota pesisir dan kota yang sedang berkembang, Kota Palu sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat banyak memiliki permasalahan. Saat musim penghujan tiba di sebagian wilayah terdapat genangan yang cukup mengganggu aktifitas