p-ISSN : 0854-2988 http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/index 1 Sumbayak E, Vebriyani N. Pengaruh Pemberian Infusa Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) terhadap Gambaran Mikroskopik Ginjal Mencit yang Diinduksi CCl4 (Karbon Tetraklorida). JKdoktMeditek [Internet]. 2019;25(1):1-0. Available from: http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/1756 Artikel Penelitian Pengaruh Pemberian Infusa Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) terhadap Gambaran Mikroskopik Ginjal Mencit yang Diinduksi CCl 4 Erma Mexcorry Sumbayak 1 , Nia Vebriyani 2 1 Departemen Histopatologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana 2 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana Alamat Korespondensi: summexco@yahoo.com Abstrak Bawang dayak mengandung senyawa metabolit sekunder golongan naftokuinon yang diketahui memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan, dan biasanya terdapat di dalam sel vakuola dalam bentuk glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa bawang dayak terhadap perubahan gambaran histologi ginjal mencit yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl 4 ). CCl 4 adalah senyawa kimia yang tidak berwarna, mudah menguap, berbau tajam dan bersifat toksik terhadap ginjal yang dapat mengakibatkan kerusakan pada epitel tubulus ginjal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan sampel 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol (K) diberi minyak kelapa 0,1 mL secara oral selama sepuluh hari pertama. Kelompok perlakuan I (P1), perlakuan II (P2), perlakuan III (P3), dan perlakuan IV (P4) diberi CCl 4 0,007 mL/20 g BB/hari yang dilarutkan dalam 0,1 mL minyak kelapa secara oral selama sepuluh hari pertama. Kelompok P2, P3, dan P4 diberi perlakuan infusa bawang dayak masing-masing dosis 0,06 mL/hari; 0,12 mL/hari; dan 0,24 mL/hari secara oral selama sepuluh hari kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa bawang dayak dapat menurunkan tingkat nekrosis epitel tubulus ginjal yang berbeda secara signifikan (p<0,05) antara kelompok P1 terhadap P3 dan P4, dan tidak pada P2. Dosis yang paling baik mengurangi tingkat nekrosis epitel tubulus ginjal mencit yaitu pada P4 dengan dosis bawang dayak sebesar 0,24 mL/hari. Kata kunci : bawang dayak, ginjal, karbon tetraklorida The Effect of Dayak Onion Infusion (Eleutherine palmifolia) on the Microscopic Appearance of the Kidneys in Mice Induced by CCl 4 Abstract Dayak onions contain the secondary metabolites naftokuinon group, which are known to have bioactivity as anticancer and antioxidant usually found in the cell vacuole in the form of glycosides. The purpose of this study is to determine the effect of infuse dayak onion to changes in renal histology of mice induced by carbon tetrachloride (CCl 4 ). CCl 4 is a chemical compound that is a colorless, volatile, pungent and toxic to the kidneys which can lead to damage to the renal tubular epithelium. This laboratory experimental study used a sample of 25 male mice divided into five groups. The first group, as a control, received 0,1 ml coconut oil orally for the first 10 days. Treatment groups I (P1), II (P2), III (P3) and IV (P4) were given 0,007 mL/20gramBB/day of CCl4 dissolved in 0,1 mL of coconut oil orally for the first 10 days. Groups P2, P3 and P4 were given 0,06 mL/day; 0,12 mL/day; and 0,24 mL/day of dayak onion infusions orally respectively for ten days. The results showed that dayak onion infusion reduced the level of renal tubular epithelial necrosis, at a significant difference (p<0,05) between groups P1 to P3 and P4, and not on P2. The best dose to reduce rate of renal tubular epithelial necrosis mice was in the P4 group, with dayak onion infusions of 0,24 mL/ day. Keywords: dayak onions, kidney, carbon tetrachloride,