Jurnal Bisnis dan Manajemen (Bisma) ISSN 1978-3108 (Print) ISSN 2623-0879 (Online) Vol. 13 No. 3, November 2019, pp. 189 195. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua E-mail: s.usman@unipa.ac.id Jurnal Bisnis dan Manajemen https://jurnal.unej.ac.id/index.php/BISMA Jurnal Bisma, Vol. 13 No. 3, November 2019, pp 189 195. ANALISIS JENIS USAHA DAN LABA ATAS BIAYA PADA PEDAGANG DI KABUPATEN MANOKWARI Sarah Usman 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua, Manokwari Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pertumbuhan ekonomi pedagang lokal di Kabupaten Manokwari, Papua Barat berdasarkan jenis produk dan penerimaan atas biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 74 responden yang diambil secara acak (simple random sampling) di 2 pasar tradisional yaitu Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi. Data penelitian diolah menggunakan SPSS dengan metode statistik deskriptif-frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang paling banyak diperdagangkan adalah umbi-umbian dan buah-buahan sebesar 28,4% diikuti oleh produk laut/ternak dan pedagang campur 24,3%, dan produk sayur mayur 23%. Rasio penerimaan terhadap biaya yang dikeluarkan minimal adalah 0,9, dengan nilai yang tertinggi 60,00 dan rata-rata 7,52. Rasio penerimaan terhadap biaya yang dikeluarkan rata-rata sebesar 7,52 kali yang berarti bahwa pedagang di tanah Papua seharusnya memiliki tingkat kesejahteraan yang baik dan potensi usaha lokal bisa lebih maju lagi. Peningkatan kesejahteraan pedagang tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, masih banyak pedagang yang hasil usahanya hanya cukup untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari- hari. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pengetahuan dan pembimbingan usaha bagi pedagang di tanah Papua. Kata Kunci : biaya, pasar, pedagang, penerimaan, produk Abstract The objective of this research is to analyze the potential of local traders' economic growth in Manokwari Regency, West Papua based on the type of product sold and the profit to cost ratio. This research uses a quantitative descriptive approach. The research sample consisted of 74 respondents taken randomly using a simple random sampling method at the traditional markets of Sanggeng Market and West Market. Data were processed using SPSS with descriptive statistical methods-frequency. Results showed that the most products sold in traditional markets in Manokwari Regency were tubers and fruits by 28.4%, followed by sea/livestock products and mixed products by 24.3%, and vegetables by 23%. The lowest profit to cost ratio was 0.9 and the highest was 60. The average profit to cost ratio was 7.52 which means that traders in Papua should have been at a better welfare level. Likewise, local businesses should have been grown better. Increasing local trader welfare is also increasing the level of local economic growth. However, many traders can only earn income to fulfill their daily needs. Therefore, they should improve their business skills and knowledge by following some business training and assistance programs. Keywords : cost, market, product, profit, traders