|41 Indonesian Journal of Natural Science Education, Volume 1, Nomor 1 Indonesian Journal of Natural Science Education (IJNSE) Volume 01, Nomor 01, 2018, pp: 41-47 p-ISSN: 2621-8747, e-ISSN : 2621- 8755 e-mail: ijnse@untidar.ac.id, website: jom.untidar.ac.id/index.php/ijnse/index PENGEMBANGAN RESPIROMETER SEDERHANA DARI BAHAN DAUR ULANG Nur Sholikah 1a , Kurnia Widi Rahmawati 1b , Setiyo Prajoko 1c 1 Pendidikan IPA, Universitas Tidar, Jl. Kapten Suparman No. 39, Magelang, Telp (0293) 364113 e-mail: a) nurboom1@gmail.com Received:10 Mei 2018 Revised: 10 Juni 2018 Accepted: 29 Juni 2018 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah respirometer sederhana yang terbuat dari bahan daur ulang untuk pembelajaran praktikum IPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) model 3-D (Define, Design, Develop). Hasil penelitian ini berupa respirometer sederhana dari bahan daur ulang yang mampu digunakan secara akurat mengukur kecepatan respirasi makhluk hidup. Hasil pengembangan ini kemudian digunakan untuk mengukur kecepatan respirasi kecambah. Kegiatan pembelajaran IPA merupakan penemuan sebuah konsep. Resipirometer sederhana ini merupakan peralatan alternatif atas keti- adaan respirometer pabrik untuk kegiatan praktikum. Kelebihan respirometer daur ulang ini diantaranya adalah dapat mengukur secara akurat, lebih murah, dan dapat mengembangkan kreativitas siswa. Kata Kunci: resipirometer sederhana, bahan daur ulang, praktikum respirasi PENDAHULUAN Kurikulum 2013 menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran IPA merupakan pembelajaran penemuan sebuah konsep. Oleh karena itu, pembelajaran IPA lebih menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pegembangan proses. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa standar kompetensi lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Kemendikbud, 2013). Sa- lah satu Kompetensi Inti (KI) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam ku- rikulum 2013 adalah memahami dan men- erapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin ta- hunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Pembelajaran yang paling te- pat diterapkan adalah melalui eksperimen (Kemendikbud, 2013). Dengan demikian bersasarkan Kompetensi Inti tersebut, prak- tikum IPA merupakan salah satu bagian ter- penting dalam pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA di sekolah tidak dapat terlepas dari kegiatan praktikum. Pembelajaran dengan metode praktikum dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri dari pada menerima kata guru atau membaca dari buku (Basri, 2012). Menurut Novianti (2011), ada sejumlah alasan pent- ing mengapa kegiatan praktikum IPA perlu dilaksanakan. Pertama, praktikum dapat membangkitkan motivasi belajar IPA. Kedua, praktikum mengembangkan ket- erampilan dasar melakukan eksperimen. Ke- tiga, praktikum menjadi wahana belajar pen- dekatan ilmiah. Keempat, praktikum menunjang materi pelajaran. Salah satu Kompetensi Dasar IPA SMP/MTs kurikulum 2013 yaitu mengenal konsep en- ergi, berbagai sumber energi, energi dari ma- kanan, transformasi energi, respirasi, sistem pencernaan makanan, dan fotosintesis.