Vol 1 No.1 (2017): 1 – 9 Website: http://jpt.faperta.unand.ac.id/index.php/jpt 1 Jurnal Proteksi Tanaman Journal of Plant Protection ISSN : 2580-0604 Kolonisasi Beberapa Jamur Antagonis Pada Akar Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) dan Pengaruhnya Terhadap Penekanan Penyakit Antraknosa yang Disebabkan Oleh Colletotrichum gloeosporioides Nurbailis, Yunisman, Lusi Aprilia Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang Email : nurbailisjamarun@yahoo.co.id ABSTRAK Penyakit antraknosa merupakan penyakit penting pada tanaman cabai yang disebabkan oleh Colletotrichum gloesporioides. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jamur antagonis unggul yang mampu mengkolonisasi akar tanaman cabai dan efektif mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloesporioides. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan dan 4 ulangan. Jamur antagonis yang digunakan yaitu: Trichoderma isolat 1, Trichoderma isolat 2, Trichoderma isolat 3, Trichoderma isolat 4, Paecilomyces isolat 1, Paecilomyces isolat 2, Paecilomyces isolat 3, Paecilomyces isolat 4, dan Aspergilus sp. Aplikasi jamur antagonis dilakukan dengan merendam akar tanaman cabai pada suspensi jamur dan aplikasi jamur patogen dilakukan dengan menyemprotkan suspensi jamur pada buah cabai sampai seluruh permukaannya basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jamur antagonis yang diuji mampu mengkolonisasi akar tanaman cabai. Isolat yang terbaik dalam mengkolonisasi dan penekanan penyakit antraknosa adalah Trichoderma isolat 3 yang memiliki kemampuan kolonisasi sebesar 95,83%, persentase buah terserang 18,75% dan intensitas serangan sebesar 20% dan Trichoderma isolat 1 memiliki kemampuan kolonisasi sebesar 91,66%, persentase buah terserang 25,00% dan intensitas serangan sebesar 32,50%. Kata kunci: Aspergilus sp., kolonisasi, Paecilomyces Trichoderma PENDAHULUAN Penyakit antraknosa (busuk buah) merupakan salah satu penyakit penting dan sangat merugikan pada tanaman cabai. Penyakit ini disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides dan Colletotrichum capsici (Kim et al., 2004). Penyakit antraknosa sulit dikendalikan karena patogen memiliki keragaman genetik yang tinggi (Than et al, 2008). Pengendalian penyakit antraknosa saat ini masih mengutamakan penggunaan pestisida sintetik, penggunaan secara terus- menerus dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan konsumen. Untuk itu perlu dicari alternatif pengendalian lain yang ramah lingkungan yaitu dengan metode pengendalian hayati dengan memanfaatkan jamur yang bersifat antagonis terhadap patogen. Beberapa jamur antagonis telah dilaporkan efektif dalam mengendalikan patogen pada tanaman seperti Trichoderma, Aspergillus dan Paecilomyces. Hasil penelitian Nurbailis dan Martinius (2014), menunjukkan bahwa 52 isolat jamur yang berasal dari rizosfir cabai ditemukan 9 isolat yang berpotensi menghambat pertumbuhan C. gloeosporoides penyebab anatraknos pada cabai. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa 9 isolat tersebut di atas tergolong ke dalam 4 isolat Trichoderma, 4 isolat Paecilomyces dan satu isolat Aspergillus. Menurut Zivkovic et al. (2010) jamur antagonis T. harzanium dapat menghambat pertumbuhan miselium dan perkecambahan konidia dari C. gloeosporioides dan C. acutatum. Kalay et al. (2008) melaporkan bahwa jamur Paecilomyces lilacianus dapat mengendalikan nematoda Globodera rostochiensis pada tanaman kentang secara