POLITEKNOLOGI VOL. 19 NO. 3 SEPTEMBER 2020 253 Submitted:18 April 2020 Revised: 19 Januari 2021 Published: 20 Januari 2021 METODOLOGI, TEKNOLOGI, DAN TANTANGAN AUGMENTED REALITY BERBASIS WEBSITE Rakhmi Khalida ✉ Jurusan Teknik Informatika, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Jl. Perjuangan No.81 Bekasi Utara, 17143 ✉ e-mail: rakhmi.khalida@dsn.ubharajaya.ac.id Abstract Augmented reality (Mobile AR) is a technology that is receiving increasing attention from academia and industry. AR is relied on to be an innovative technology to enrich ways of interacting with the physical and virtual world around the user which can improve the user experience in various fields. The platform for AR applications is usually hardware based and Mobile AR application based. Hardware-based AR requires quite expensive support and this makes it inflexible while application-based AR on smartphones requires large storage space and does not make cross-platform convenient. Currently, many researchers are trying to create and develop website-based AR, as a solution for AR deployment to be flexible and save storage space. This paper reviews the representation of development, methodologies, technologies and existing AR challenges, this can be a trigger for more research interest and attempt to provide an AR experience. Keywords: Augmented Reality, Technology, Website Abstrak Augmented reality (Mobile AR) merupakan teknologi yang mendapatkan perhatian meningkat dari akademisi dan industri. AR diandalkan menjadi teknologi inovatif untuk memperkaya cara berinteraksi dengan fisik dan dunia maya di sekitar user yang dapat meningkatkan pengalaman user dalam berbagai bidang. Platform untuk aplikasi AR biasanya berbasis perangkat keras dan Mobile AR berbasis aplikasi. AR berbasis perangkat keras membutuhkan dukungan yang cukup mahal dan hal ini membuat menjadi tidak fleksibel sedangkan AR berbasis aplikasi pada smartphone memerlukan ruang penyimpanan yang besar dan tidak membuat nyaman untuk lintas platform. Saat ini banyak peneliti mencoba membuat dan mengembangkan AR berbasis website, sebagai solusi dari penyebaran AR agar fleksibel dan menghemat ruang penyimpanan, Tulisan ini mengulas representasi pengembangan, metodologi, teknologi dan tantangan AR yang ada, Hal ini bisa menjadi trigger untuk lebih banyak minat penelitian dan upaya memberikan pengalaman AR. Kata kunci: Augmented Reality, Teknologi, Website Pendahuluan Saat ini interaksi manusia komputer menjadi bagian kebutuhan yang penting dari perkembangan teknologi informasi. Interaksi manusia dengan komputer sudah sangat natural, mudah digunakan dan tampak tidak ada kesulitan penggunaan kepada mesin. Fenomena dari augmented reality (AR) selama dekade terakhir telah menarik banyak perhatian [1]. AR telah memberikan manfaat nyata pada berbagai bidang, seperti hiburan, iklan, pendidikan, navigasi, pemeliharaan, dan seterusnya [1]. AR memperluas visualisasi, "menambah" persepsi user tentang dunia. Sportvision pertama kali diterapkan ke AR siaran langsung TV pada tahun 1998, lalu perangkat yang menjadikan AR sebagai terobosan yaitu Google Glass di tahun 2012 [2] dan smartphone pada Proyek Tango, di tahun 2014, kemudian aplikasi fenomenal AR pertama yaitu Pokémon GO di tahun 2016, menjadi teknologi dan perangkat AR yang cenderung kuat, mobile, dan ringan. Perjalanan teknologi AR ditunjukkan pada gambar. 1. Sistem operasi pada smartphone terkini sudah mendukung AR, tujuanya menjangkau lebih banyak pengguna,