Warta Pengabdian, Volume 13, Issue 4 (2019), pp. 123-135
doi: 10.19184/wrtp.v13i4.10113
© University of Jember, 2019
Published online 30 Desember 2019
Peningkatan Nilai Ekonomi Kulit Buah Kopi Robusta
(Coffea Canephora) Melalui Produksi Teh Celup Cascara
Sebagai Minuman Fungsional Kaya Antioksidan
Mahriani, Sattya Arimurti, Syubbanul Wathon
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Jember
syubbanulwathon@unej.ac.id
Abstrak
Kelompok petani kopi robusta di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin,
Kabupaten Bondowoso merupakan petani kopi yang aktif dan produktif. Permasalahan
utama dalam pengolahan buah kopi adalah penanganan limbah padat kulit buah kopi
secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan sentuhan teknologi pengolahan dan
diversifikasi yang inovatif agar limbah kulit buah kopi menjadi berkualitas tinggi dan
dapat memberi nilai tambah ekonomis. Salah satu inovasi pengolahan kulit buah kopi
menjadi Cascara yaitu produk minuman seduhan kulit kering buah kopi. Usaha produksi
Cascara yang dilakukan mitra masih menghadapi kendala, yaitu belum dilakukannya
teknik sortasi kulit buah kopi, teknik pengeringan kulit buah kopi yang belum efektif
dan efesien, produk seduhan kulit kering buah kopi dinilai belum praktis dan kurang
menarik konsumen. Berbagai kendala tersebut perlu diselesaikan dengan pengetahuan
dan penerapan teknologi sederhana untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit buah kopi.
Secara umum, capaian kegiatan program pengabdian kemitraan ini meliputi sosialisasi
program, workshop produk pangan fungsional, pelatihan teknik sortasi kulit buah kopi,
pengadaan mesin (oven, grinder dan mesin press), pelatihan dan pendampingan teknik
penggerusan kulit buah kopi, pengemasan serbuk kulit buah kopi menjadi sediaan teh
celup. Peningkatan nilai ekonomi kulit buah kopi robusta melalui produksi teh celup
Cascara diharapkan dapat meningkatkan penghasilan petani kopi sekaligus dapat
meningkatkan skala produksinya sehingga dapat membuka peluang usaha mandiri.
Keberhasilan Program Pengabdian Kemitraan ini akan menjadikan mitra di Desa
Sukorejo sebagai model percontohan untuk mengembangkan produk inovasi bernilai
ekonomi tinggi.
Kata Kunci: Kopi, Robusta, Cascara, Inovasi, Teh celup.
Abstract
Robusta coffee farmer groups in Sukorejo Village, Sumber Wringin Subdistrict,
Bondowoso Regency is an active and productive coffee farmer. One of the main problems
in coffee cherries processing is to handle solid waste (coffee pulp) properly. Therefore,
innovative processing and diversification technology are needed, so that coffee pulp
waste becomes high quality and gives more added value. One of the innovations in
processing coffee pulp into Cascara is a beverage product that is made from dried coffee
pulp. Cascara's production by farmers still face obstacles, such as didn't coffee pulp
sorting techniques, the drying technique of coffee pulp has not been effective and
efficient, the steaming products of dried coffee pulp are considered not practice and less
attractive to consumers. These obstacles need to be resolved with the knowledge and
application of simple technology to increase the economic value of coffee pulp. In general,
the achievements of the community service program included socialization, procurement
of machines (oven, grinder and press machine), workshops, training and mentoring on