Agrokreatif Mei 2017, Vol 3 (1): 3439 Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat ISSN 2460-8572, EISSN 2461-095X 34 IbM Pemanfaatan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes) untuk Kerajinan Tas (IbM of Water Hyacinth (Eichornia crassipes) Used for Bag Craft) Asep Samsudin * , Hendra Husnussalam Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Jalan Terusan Jend. Sudirman Cimahi, Bandung 40526. * Penulis Korespondensi: asepsam234@gmail.com ABSTRAK Eceng gondok (Eichornia crassipes) adalah tumbuhan air mengapung yang berkembang sangat cepat sehingga dianggap merusak lingkungan perairan. Anggapan negatif lainnya adalah tanaman tersebut menjadi salah satu penyebab banjir. Saat ini mitra Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Alkaromah di Cililin, Bandung telah memanfaatkan eceng gondok untuk kerajinan tas. Terdapat beberapa kendala yang terjadi, seperti permasalahan kurang praktisnya manajemen pembuatan tas berbahan eceng gondok; mulai dari proses pencabutan, pengeringan, pemilihan, pembelahan, dan penganyaman. Manajemen tidak praktis ini menyebabkan hasil pekerjaan terlalu memakan waktu sehingga terlambat memenuhi permintaan pasar. Tim pelaksana IbM menyarankan mitra untuk membuat mesin kempa agar proses pemanfaatan eceng gondok berjalan lancar dan produktif. Pelaksanaan IbM ini bertujuan meningkatkan mutu manajemen usaha untuk memperlancar proses pengeringan dan penganyaman eceng gondok. Pemakaian mesin kempa tersebut menghasilkan dampak signifikan; proses pengeringan dan penganyaman tidak lagi memakan waktu lama, dan hasil anyaman mulai terlihat peningkatkan kualitasnya. Tim pelaksana IbM dan mitra membahas pangsa pasar untuk dijadikan sasaran marketing dari produk yang dihasilkan dalam meningkatkan keuntungan. Selain itu, dibahas pula upaya pembuatan Hak Paten untuk memperoleh perlindungan hukum negara. Ini merupakan langkah preventif untuk mencegah pihak lain melakukan pengakuan karya. Kata kunci: eceng gondok, IbM, kerajinan tas, PKBM Al-Karomah ABSTRACT Water hyacinth (Eichornia crassipes) is floating aquatic plant that reproduces very fast so it is assumed to damage aquatic environment. Other negative assumptions about the plant are that it can cause the flood. Fortunately, there is now a partner, PKBM (Center of Adult Education Activities) Alkaromah in Cililin, Bandung who has already utilized the plants to be bag craft. However, there are several obstacles faced by the partner. The problems are the lack of practical management of bags manufacture made from water hyacinth; started the process of revocation, drying, selection, splitting and weaving. The impractical management also leads to the results of work that are too time-consuming so it is late in answering market demands. Based on the situation, we as the Executive Team of IbM has assisted the Partner to make pressing machine to facilitate the utilization of water hyacinth to be bag craft. The IbM implementation aims to improve the quality of business management and expedite the process of drying and weaving water hyacinth by saving much time. Consequently, the pressing machine has produced significant impacts; the process of drying and weaving hyacinth no longer takes a long time and the results show the quality improvement. To increase the maximum benefit, the Executive Team and Partner also discuss the market share of products. Other efforts are also discussed to make the patent rights to obtain legal protection from the government. This is the preventive step to avoid others from conducting work recognition. Keywords: bag craft, Eichornia crassipes, IbM, PKBM Alkaromah, PENDAHULUAN Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupa- kan tumbuhan air mengapung karena memiliki daun yang tebal dan gelembung (Rorong & Suryanto 2010) yang berkembangbiak sangat cepat sehingga dianggap sebagai tanaman yang dapat merusak lingkungan perairan (Gerbono & Djarijah 2005; Stefhani et al. 2013). Anggapan negatif lainnya tentang eceng gondok adalah