Volume 9, Nomor 2, Agustus 2011 Jurnal APLIKASI: Media Informasi & Komunikasi Aplikasi Teknik Sipil Terkini Halaman 13 Jurnal APLIKASI ISSN.1907-753X Perbandingan Penggunaan Pasir Lumajang dengan Pasir Gunung Merapi terhadap Kuat Tekan Beton Dewi Pertiwi 1) , Boedi Wibowo 2) , Endang Kasiati 2) , Triaswati 2) , Ari Gandhi Sabban 2) 1) Jurusan Teknik Sipil ITATS, 2) Program Diploma Teknik Sipil FTSP ITS Email : en_kas@ce.its.ac.id Abstract Concrete Is a function of constituting materials consisting of hydraulic cement materials, coarse aggregate, fine aggregate, water, and additional materials. In research, there are two kinds of fine aggregate used i.e. Lumajang Sand and Mount Merapi Sand. Such research is trying to do Comparison Of Lumajang Sand With Mount Merapi Sand Against Compressive Strength Of Concrete. Method of manufacture of concrete using cylindrical test objects (Ø15 cm, height 30 cm) with a compressive strength plans 30 Mpa, using variations of Cement Water Factor (CWF) 0.4, 0.5, 0.4 and 0.3 and added with Fly Ash 20%. Of research results obtained on tap CWF 0,6 Lumajang Sand and Mount Merapi Sand is not availabe because results of the strong concrete i.e 273,964 kg/cm² and 270,090 kg/cm² is under strong concrete plans 300 kg/cm² , results that meet the strong concrete plans on tap CWF 0.5 Lumajang sand experienced an increase of 27% i.e. 411,499 kg/cm 2 , whereas Mount Merapi sand experienced an increase of 22.9% i.e. 389,351 kg/cm 2 . On CWF 0.4 Lumajang sand experienced an increase of 32,6% i.e. 445,728 kg/cm 2 , whereas Mount Merapi sand experienced an increase of 36.5% i.e. 472,716 kg/cm 2 . On CWF 0.3 Lumajang sand experienced an increase of 48.3% i.e. 580,432 kg/cm 2 , whereas Mount Merapi Sand experienced an increase of 54,7% i.e. 663,224 kg/cm 2 . Keyword: CWF, compressive strength of concrete, Lumajang sand, Mount Merapi sand Abstrak Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik, agregat kasar, agregat halus, air, dan bahan tambahan. Dalam penelitian ini ada dua jenis agregat halus yang dipergunakan yakni pasir lumajang dan pasir gunung merapi. Pasir gunung Merapi merupakan pasir dengan kualitas baik, dikarenakan partikelnya yang memiliki sudut. Pola partikel yang memiliki sudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung merapi degan semen menjadi lebih kuat. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini mencoba untuk melakukan perbandingan pasir lumajang dengan pasir gunung merapi terhadap kuat tekan beton. Metode pembuatan benda uji menggunakan beton silinder (Ø15 cm, tinggi 30 cm) dengan kuat tekan rencana 30 Mpa, menggunakan variasi Faktor Air Semen (FAS) 0.6, 0.5, 0,4 dan 0,3 serta dicampurkan dengan Fly Ash 20% . Dari hasil penelitian didapatkan hasil pada FAS 0,6 kuat tekan beton untuk pasir Lumajang sebesar 273,964 dan pasir Gunung Merapi 270,094 ini semua tidak memenuhi kuat tekan rencana ,yang memenuhi kuat tekan beton rencana yakni pada FAS 0,5 pasir Lumajang mengalami peningkatan sebesar 27% yakni 411,499 kg/cm 2 , sedangkan pasir Gunung Merapi mengalami peningkatan sebesar 22,9% yakni 389,351 kg/cm 2 . Pada FAS 0,4 pasir Lumajang mengalami peningkatan sebesar 32,6% yakni 445,728 kg/cm 2 , sedangkan pasir Gunung Merapi mengalami peningkatan sebesar 36,5% yakni 472,716 kg/cm 2 . Pada FAS 0,3 pasir Lumajang mengalami peningkatan sebesar 48,3% yakni 580,432 kg/cm 2 , sedangkan Pasir Gunung Merapi mengalami peningkatan sebesar 54,7% yakni 663,224 kg/cm 2 . Kata Kunci : faktor air semen, kuat tekan beton, pasir Lumajang, pasir Gunung Merapi