JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C145 AbstrakPermasalahan utama PKL di Kawasan Pasar Baru Gresik adalah banyaknya kegagalan relokasi yang disebabkan kurangnya keterlibatan PKL dalam menentukan lokasi berdagang PKL. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi pedagang kaki lima berdasarkan preferensi pedagang kaki lima itu sendiri di Kawasan Pasar Baru Gresik. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi karakteristik pedagang kaki lima dengan menggunakan teknik analisa statistik desktiptif. Kemudian menentukan faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi berdagang berdasarkan preferensi pedagang kaki lima dengan menggunakan content analysis. Maka dari itu hasil dari penelitian adalah faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi berdagang pedagang kaki lima di Kawasan Pasar Baru Gresik yaitu sebagai berikut: (1) Lokasi berdagang yang strategis; (2) Harga sewa lahan/kios; (3) Dekat dengan kegiatan masyarakat; (4) Visibilitas; (5) Retribusi; (6) Dekat dengan permukiman penduduk; (7) Ketersediaan lahan parkir; (8) Dekat dengan terminal/stasiun; (9) Ketersediaan tempat pembuangan sampah; (10) Dekat dengan tempat tinggal; (11) Ketersediaan transportasi umum (12) Ketersdiaan jaringan air bersih; (13) Memiliki akses keluar dan masuk; (14) Penerimaan produk yang ditawarkan; (15) Ketersediaan drainase; (16) Ketersediaan pelayanan listrik; (17) Pengelompokkan jenis barang dagangan; (18) Luas tempat berdagang. Kata Kuncisektor Informal, PKL, kriteria penentuan lokasi I. PENDAHULUAN UATU aktivitas penting di perkotaan adalah aktivitas perdagangan. Salah satunya yaitu berada pada sektor informal, dimana sektor memiliki daya serap tenaga kerja yang cukup besar dan berperan sebagai penyangga yang sangat lentur dan terbuka, bahkan menjadi ujung tombak pemasaran yang potensial [1]. Pedagang kaki lima (PKL) adalah bentuk perdagangan sektor informal yang keberadaannya tidak bisa dihindari khususnya dinegara-negara berkembang. Keberadaan PKL sendiri dapat memberikan keuntungan kepadaa semua pihak yang bersangkutan jika PKL tersebut dapat dikendalikan dengan baik [1]. PKL memiliki dampak postif dan juga negatif, dimana dampak positif dari adanya PKL yaitu dapat menjadi alternatif untuk mengurangi jumlah pengangguran dan dampak negatif dari keberadaan PKL yaitu PKL menempati ruang-ruang publik yang bukan untuk peruntukkannya [3]. Kawasan perkotaan Gresik mengalami permasalahan yang tidak terlepas dari keberadaan PKL. Dimana perkotaan Gresik merupakan bagian dari Surabaya Metropolitan Area (SMA) dengan salah satu fungsi sebagai kawasan perdagangan dan jasa [4]. PKL di perkotaan Gresik semakin banyak dan tidak terkendali sehingga menimbulkan permasalahan bagi lingkungan sekitarnya, jumlah PKL yang terdapat di Kabupaten Gresik mencapai 1510 PKL [5]. Adapun PKL yang terdapat pada Pasar Baru Gresik sebagai kawasan penelitian pada tahun 2013 sebanyak 187 PKL. [6] Sebagai upaya pengendalian, Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan relokasi dan penertiban PKL di kawasan penelitian ke Pasar Krempyeng yang lokasinya tidak jauh dari kawasan penelitian. Namun PKL tetap saja kembali ke tempat yang telah ditertibkan dengan lapak seadanya dan membayar sewa kepada tukang parkir yang perharinya mencapai Rp 20.000,00 dengan alasan lebih banyak pengunjung [7]. Hal tersebut dikarenakan lokasi berdagang yang disediakan oleh pemerintah berada pada bagian belakang Pasar Krempyeng sehingga keberadaan PKL tidak terlihat pengunjung dan mengakibatkan pendapatan PKL menurun. Oleh karena itu, perlu adanya perlu adanya keterlibatan PKL dalam menentukan faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi berdagang PKL sehingga diharapkan pemerintah sebagai regulator dapat mempertimbangkan keinginan PKL dalam menentukan lokasi berdagang PKL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kriteria lokasi berdagang pedagang kaki lima berdasarkan preferensi pedagang kaki lima agar upaya pengendalian PKL di kawasan perkotaan Gresik optimal dan dapat menjadi rekomendasi dalam kebijakan penataan dan pengendalian PKL. Adapun sasaran yang dicapai adalah mengidentifikasi karakteristik PKL dan menentukan faktor yang berpengaruh berdasaarkan preferensi PKL. Faktor yang Mempengaruhi Kriteria Lokasi Berdagang Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Baru Gresik Fitri Dwi Agus Maulidiyah dan Hertiari Idajati Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: hertiari.idajati@urplan.its.ac.id S