JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: 2442-5508 VOL. 4, NO. 2, OKTOBER 2018 JAL | 233 http://ojs.unud.ac.id/index.php/lanskap Ecomparism, sebuah konsep perencanaan wisata Pantai Teloek Dalam – Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Ridwansyah Trisnanda Putra, Pitria Ramadanti, Dimas Muhammad Thoifur, Hindun Hestiningsih, Risalah Rabbani Ramadhan, Ray March Syahadat * , Priambudi Trie Putra Prodi Arsitektur Lanskap, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Sains dan Teknologi Nasional, Indonesia *E-mail: ray.arl@istn.ac.id Abstract Ecomparism, a Concept for Tourism Planning of Teloek Dalam Beach – Bintan, Province of Kepulauan Riau. The aim of this planning was to create an ecological tourism landscape that remains compact at Teloek Dalam Beach. In this case compact means complete in term of harmonizing the man-made and natural landscape to support various activities both on the terrestrial and aquatic. The analysis used included some aspects such as environmental, visual, social, ecosystem, vegetation, animals, willingness to pay, carrying capacity, and environmental quality assessment. The results show that the visual aspect is quite good with feature of white sands, blue sea, and sunrise. There are 23 species of animals, 9 species of seagrass, and 3 dominate species of coastal vegetation. The carrying capacity for this site is 12.493 people. With average 4 hours visit time, the assumption used can only accommodate visitors every four hours for 3.123 people and 9.370 visitors staying. The concept of ecomparism is a concept of tourism landscape planning that does not exclude ecological principles despite creating compact area planning. The planning results from three concepts of space which are divided into core, buffer, and utilization zones. The utilization zone is divided into 6 spaces based on 13 activities. Keywords: carrying capacity, compact area, ecology, environmental quality assessment, landscape. 1. Pendahuluan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki jumlah pulau sebanyak 1.796 pulau baik pulau besar maupun kecil yang tersebar di Laut Natuna di sisi selatan Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara. Provinsi ini sangat unik karena 95% wilayahnya merupakan perairan. Keunikan lain dari provinsi ini yaitu berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam (BPS Kepulauan Riau, 2017). Pulau Bintan merupakan salah satu pulau utama di provinsi tersebut karena di pulau inilah terletak ibukota Provinsi Kepri. Luas Pulau Bintan mencapai 1.173 km2 (BPS Kepulauan Riau, 2017). Area sebelah timur memiliki lanskap yang luar biasa karena memiliki banyak pantai pasir putih, perairan yang jernih, dan cukup tenang dari keramaian. Salah satu pantai yang cukup populer di pulau ini yaitu Pantai Teloek Dalam. Pantai Teloek Dalam terletak di sebelah timur Pulau Bintan. Pantai ini merupakan bagian dari Kawasan Pantai Trikora dan berada di utara Serumpun Padi Mas Resort. Pantai ini memiliki potensi yang besar karena memiliki nilai estetik yang tinggi. Namun sayangnya hingga saat ini belum dimanfaatkan. Padahal jika melihat potensi yang dimilikinya, pantai ini berpeluang untuk menarik wisatawan tak hanya wisatawan domestik tapi juga mancanegara. Alasan yang mendasarinya adalah letak geografisnya yang dekat dengan negara tetangga. Peluang selanjutnya, pemerintah pusat sesungguhnya telah merencanakan kawasan ini masuk dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dikenal dengan KEK Batam, Bintan, Karimun. Kegiatan perencanaan lanskap Pantai Teloek Dalam dianggap perlu dilakukan untuk mencegah pembangunan yang tidak berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kegiatan perencanaan juga diperlukan untuk menjaga kualitas yang dimiliki Pantai Teloek Dalam sehingga tidak menurun. Tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan ini yaitu terciptanya lanskap wisata Pantai Teloek Dalam yang ekologis, kompak, serta memperhatikan keberlanjutan lanskap alami maupun buatan yang mampu memenuhi aktivitas pengguna di dalamnya.