gulawentah: Jurnal Studi Sosial ISSN : 2528-6293 Volume 2 Nomor 1 Juli 2017 hal 41-48 Avaliable online at http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/gulawentah Masjid Tegal Sari Jetis Ponoro (Makna Simbolik dan Potensinya … | 41 MASJID TEGALSARI JETIS PONOROGO (MAKNA SIMBOLIK DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL) Hadi Kusnanto, Yudi Hartono 1,2) Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Madiun Email: 1) hadikusnanto03@gmail.com, 2) cahya_nadwa@yahoo.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna simbolik arsitektur Masjid Tegalsari Jetis Ponorogo dan potensinya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan sumber dan sekunder Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik coding model Strauss dan Corbin, dan keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Arsitektur Masjid Tegalsari merupakan akulturasi corak Jawa, Islam, dan Hindu. Unsur-unsur masjid; mihrab, bangunan utama, serambi, tiang, atap, batu bancik, gapura, dan pagarnya memiliki makna yang dalam sebagai tuntunan hidup. Makna-makna dari simbulnya berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal khususnya sejarah agama Islam. Dengan menjadikan lingkungan sekitar atau dinamika masyarakat yang berada di sekitar dimungkinkan peserta didik dapat mengkontektualkan pelajaran sejarah Islam sehingga mudah memahami dan menjadikannya sebagai edukasi, inspirasi, rekreasi, dan pada akhirnya tumbuh kesadaran sejarahnya. Kata kunci: Masjid Tegalsari, makna simbolik, sumber pembelajaran Tegalsari Mosque JetisPonorogo (Symbolic Meaning and its Potential as Local History Learning Source) Abstract The study aims to analyze and describe symbolic meaning of TegalsariJetisPonorogo Mosque architecture and its potential that can be used as learning sources of local history. It used descriptive qualitative research design. The source of data consisted of main and secondary data that were collected through observation, interview, and documentation. The data were analyzed using coding technique of Strauss and Corbin Model, and verified through triangulation. The results show that the architecture of Tegalsari Mosque is the product of the mixing of Java, Islam, and Hinduism culture. The mosque elements are mihrab (a place of Imam leading a pray), a main hall, a verandah, beams, roof, bancik stone, a gate, and fences that mean as a life guidance. The meaning of their symbols is potential to be learning sources for the local history, especially Islamic history. By using the mosque’s surrounding or dynamic situation of the society in the surrounding, it assumes that the students can learn Islamic history contextually. It is, therefore helping the students to understand more and make the historical place to be parts of education, inspiration and recreation. Further, the students’ historical awareness can be built. Keywords: Tegalsari Mosque, symbolic meaning, learning sources