JTERA - Jurnal Teknologi Rekayasa, Vol. 3, No. 2, Desember 2018, Hal. 145-156 p-ISSN 2548-737X
DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.145-156 e-ISSN 2548-8678
145
Diterima: 20 Mei 2018; Direvisi: 21 Juli 2018; Disetujui: 11 Agustus 2018
JTERA, Vol. 3, No. 2, Desember 2018
© 2018 Jurnal Teknologi Rekayasa, Politeknik Sukabumi
Implementasi Awal Sistem Manajemen
Keamanan Informasi pada UKM Menggunakan
Kontrol ISO/IEC 27002
Rokhman Fauzi
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom
Jalan Telekomunikasi No. 1 Bandung, Indonesia
rokhmanfauzi@telkomuniversity.ac.id
Abstrak
Informasi merupakan aset organisasi yang harus dilindungi keamanannya. Sistem manajemen keamanan informasi
diimplementasikan untuk melindungi aset informasi dari berbagai ancaman untuk menjamin kelangsungan usaha,
meminimalisasi kerusakan akibat terjadinya ancaman, mempercepat kembalinya investasi, dan peluang usaha. Pada
penelitian ini, standar internasional ISO/IEC 27001 dan analisis risiko metode OCTAVE-S digunakan dalam
perancangan sistem manajemen keamanan informasi di salah satu perusahaan yang merupakan sebuah Usaha Kecil
Menengah (UKM) yang bergerak di bidang engineering services. Sesuai dengan kondisi perusahaan, analisis risiko
dilakukan menggunakan metode OCTAVE-S. Implementasi awal sistem manajemen keamanan informasi dilakukan
menggunakan kontrol-kontrol pada ISO/IEC 27002. Prioritas utama hasil implementasi adalah penyusunan kebijakan
dan prosedur serta peningkatan kesadaran keamanan informasi.
Kata kunci: sistem manajemen keamanan informasi, ISO/IEC 27001, ISO/IEC 27002, analisis risiko metode
OCTAVE-S
Abstract
Information is a part of organizational asset that must be secured. Information security management system is
implemented to secure information assets from threats for ensuring business processes, minimizing loss, satisfying
investment, and enlarging opportunities. In this research, international standard ISO/IEC 27001 and risk analysis
OCTAVE-S method is used in design of information security management system in one company of engineering
services small-medium enterprise. Based on organization specifications, OCTAVE-S method is chosen as risk analysis
method. Initial implementation of the Information Security Management System is conducted using controls on ISO/IEC
27002. The main priorities of implementation are the formulation of policies and procedures, and also increased
awareness of information security.
Keywords: information security management system, ISO/IEC 27001, ISO/IEC 27002, risk analysis OCTAVE-S
method
I. PENDAHULUAN
Usaha kecil menengah (UKM) memiliki
kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian
Indonesia. UKM mempunyai tingkat penyerapan
tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja
nasional dan mempunyai kontribusi terhadap
produk domestik bruto (PDB) sekitar 57% [1].
Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah (Kemenkop UKM), sejumlah 3,79 juta
usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah
memanfaatkan platform online dalam memasarkan
produknya. Jumlah ini berkisar 8% dari total pelaku
UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta [2].
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa
penggunaan teknologi informasi telah meningkat
berlipat ganda baik dalam pengolahan,
penyimpanan, pertukaran, maupun distribusi
informasi. Sebagai aset, informasi menjadi salah
satu hal penting dalam menjamin kelangsungan dan
pertumbuhan organisasi [3][4][5]. Hal ini
mendorong meningkatnya kebutuhan akan
keamanan informasi yang secara garis besar